Arsenal Siapkan Dana Rp1,7 Triliun untuk Rebut Bintang Leipzig, Lebih Dahsyat dari Guimaraes?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal, juara bertahan Premier League, mengincar gelandang Newcastle Bruno Guimaraes dan winger RB Leipzig Yan Diomande.
- Diomande, 19 tahun, mencatat dribel sukses tertinggi di Bundesliga (4,3 per 90 menit) dan tercipta 20 gol plus assist musim lalu.
- Klub London utara itu siap menawar £86 juta untuk Diomande, meski PSG masih menjadi favorit mendapatkan pemain Pantai Gading tersebut.

Arsenal, yang musim depan akan mempertahankan gelar Premier League untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, mengalihkan fokus ke dua target transfer mahal: gelandang Newcastle United Bruno Guimaraes dan winger RB Leipzig Yan Diomande — dan yang terakhir disebut-sebut bisa menjadi perekrutan yang lebih berdampak.
Skema perburuan pemain The Gunners mulai terlihat jelas. Dua tawaran untuk Guimaraes telah ditolak Newcastle, namun Arsenal diperkirakan akan mengajukan tawaran ketiga senilai £70 juta. Sang pemain Brasil bahkan telah menyatakan keinginannya pindah ke Emirates Stadium. Namun, di tengah negosiasi yang alot, muncul nama Diomande yang disebut-sebut sebagai kepingan yang lebih bernilai strategis.
Direktur olahraga Andrea Berta, yang baru saja mendatangkan Christos Tzolis sebagai pengganti Leandro Trossard, dikabarkan siap menggelontorkan dana £86 juta untuk pemain berusia 19 tahun asal Pantai Gading itu. Laporan dari BILD yang dikutip Sport Witness menyebutkan Arsenal telah memberi sinyal keseriusan untuk merebut Diomande dari RB Leipzig, meski PSG masih dianggap sebagai pemimpin perburuan.
Mengapa Diomande dianggap lebih dari sekadar prospek? Statistiknya musim lalu memukau. Analis Bence Bocsak menyebutnya sebagai pemain ‘generasional’. Diomande mencatatkan 4,3 dribel sukses per 90 menit — tertinggi di Bundesliga — yang menunjukkan kemampuannya melewati lawan dengan mudah, sesuatu yang selama ini dirindukan suporter Arsenal dari seorang winger. Tambahan 12 gol dan 8 assist di liga musim lalu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kedua di skuad Arteta, hanya kalah dari Viktor Gyökeres.
Dari sudut pandang taktis, Diomande mengisi posisi yang selama ini menjadi titik lemah Arsenal: kreativitas dari sayap. Dengan 2,1 peluang tercipta per 90 menit, ia masuk dalam 15 persen pemain terbaik Eropa dalam hal kreasi. Jika bergabung, Gyökeres — yang musim lalu menjadi top skor Arsenal — akan menjadi penerima umpan paling diuntungkan. Bandingkan dengan Guimaraes yang meski matang di Premier League, lebih berperan sebagai gelandang bertahan dengan 14 kontribusi gol musim lalu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal di bursa transfer selalu menjadi sorotan. Klub ini memiliki basis suporter besar di Tanah Air. Jika benar-benar mendaratkan Diomande dengan biaya £86 juta (sekitar Rp1,7 triliun), itu akan menjadi rekor transfer termahal Arsenal sepanjang sejarah — melampaui Declan Rice. Artinya, musim depan Arsenal tidak hanya akan menjadi tim yang diburu lawan, tetapi juga menjadi pusat perhatian global dengan skuad yang makin bertabur bintang.
Namun, tantangan besar masih menghadang. PSG, yang telah lama memantau Diomande, belum menunjukkan urgensi. Jika PSG bergerak cepat, Arsenal bisa kehilangan kesempatan. Pertanyaannya: mampukah Berta dan Arteta meyakinkan pemain muda itu untuk memilih Premier League ketimbang Ligue 1? Atau justru Guimaraes yang lebih realistis dan segera terwujud? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan bentuk serangan Arsenal musim depan.



