Mac Allister Kecewa Liverpool Tak Tawarkan Kontrak Baru: Masih Ada Waktu atau Sinyal Perpisahan?
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Argentina itu mengaku sedih karena manajemen The Reds belum membuka negosiasi perpanjangan kontrak, meski dua rekannya sudah mendapat kesepakatan baru.
- Situasi ini memicu spekulasi hengkang, apalagi pemain berusia 27 tahun itu sempat punya peluang pindah pada bursa musim panas lalu.
- Keputusan Liverpool dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu, mengingat masa baktinya tersisa dua tahun dan performanya masih vital di lini tengah.

Alexis Mac Allister mengaku kecewa setelah Liverpool belum menunjukkan niat memperpanjang kontraknya, meski ia mengaku telah memberikan segalanya untuk klub. Pernyataan ini disampaikan jelang laga Liga Champions melawan Atletico Madrid, memicu tanda tanya besar mengenai masa depannya di Anfield.
Gelandang asal Argentina itu masih terikat kontrak hingga 2028, namun melihat rekan setimnya, Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, baru saja menandatangani perpanjangan kontrak. Situasi ini membuatnya merasa diabaikan, meski ia menegaskan tetap profesional hingga akhir musim.
"Saya menerima kabar bahwa klub belum bisa menawarkan kontrak baru, dan tentu saja itu membuat saya sangat sedih," ujarnya. "Semua orang bisa melihat saya memberikan 100 persen setiap hari, baik di latihan maupun pertandingan. Saya senang melihat Dominik dan Ryan mendapat kontrak baru, tapi di sisi lain saya sedih karena belum mendapatkannya."
Mac Allister juga mengakui bahwa ia sempat memiliki opsi untuk hengkang pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, ia menegaskan bahwa Liverpool tetap menjadi klub yang tepat baginya saat ini, dan ia akan terus berjuang hingga hari terakhirnya di klub.
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, yang baru ditunjuk musim panas ini, mencoba meredam spekulasi. Ia menilai situasi kontrak adalah hal yang wajar dan menegaskan bahwa Mac Allister tetap menjadi pemain penting. "Kami semua punya situasi pribadi dengan kontrak masing-masing. Yang terpenting adalah dia ingin bertahan di sini. Saya menilai dia sangat tinggi," ujar Iraola.
Namun, pernyataan Mac Allister yang mengaku tidak mendapat komunikasi langsung dari klub mengenai keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar. Apakah ini sekadar penundaan negosiasi atau sinyal bahwa Liverpool bersiap melepasnya? Spekulasi pun mengaitkannya dengan Manchester City, rival sekota yang kerap menjadi tujuan pemain bintang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak, terutama mengingat banyaknya penggemar Liverpool di tanah air. Jika Mac Allister hengkang, lini tengah Liverpool akan kehilangan kreator serangan utama. Namun, jika ia bertahan, ini bisa menjadi sinyal bahwa klub sedang merencanakan regenerasi skuad secara bertahap.
Keputusan Liverpool dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi penentu. Apakah mereka akan mempertahankan pemain yang telah membantu meraih gelar Premier League, atau justru memanfaatkan nilai jualnya sebelum kontraknya habis? Satu hal yang pasti, Mac Allister masih memiliki peran krusial di sisa musim ini, dan profesionalismenya patut diacungi jempol.



