MU Gagal Dapat Ederson, Kini Incar Carlos Baleba: Solusi Lini Tengah yang Lebih Muda dan Progresif?
Baca dalam 60 detik
- Setelah transfer Ederson batal, Manchester United kembali membidik gelandang Brighton Carlos Baleba sebagai prioritas lini tengah.
- Baleba, yang sempat dihargai £100 juta, kini bisa ditebus sekitar £75 juta setelah performanya menurun musim lalu.
- Jika bergabung, ia dinilai lebih progresif dibanding Ederson dan Andrey Santos, serta berpotensi menjadi mitra ideal di lini tengah MU.

Manchester United kembali memanaskan mesin transfer mereka setelah kegagalan mendatangkan Ederson dari Atalanta. Kini, target utama pelatih Michael Carrick adalah Carlos Baleba, gelandang asal Kamerun milik Brighton & Hove Albion yang sudah lama diincar.
Kepergian Casemiro musim panas ini meninggalkan lubang besar di jantung permainan Setan Merah. Meski telah merekrut Andrey Santos dari Chelsea seharga £50 juta, manajemen menilai lini tengah masih membutuhkan tambahan daya ledak, terutama dalam membantu serangan dan membangun permainan dari belakang. Santos yang digadang-gadang sebagai 'mesin perang' di lini tengah lebih unggul dalam merebut bola, tetapi lemah dalam aspek progresif—kontras dengan Kobbie Mainoo yang lebih kreatif.
Carlos Baleba muncul sebagai solusi yang lebih lengkap. Gelandang berusia 21 tahun itu menunjukkan kematangan di Premier League musim lalu, mampu melindungi pertahanan sekaligus menusuk ke depan. Jurnalis Eduardo Hagn bahkan menyebutnya sebagai "monster" lini tengah. Menurut Fabrizio Romano, Baleba sangat ingin bergabung dengan MU sejak tahun lalu, dan kini harga yang diminta Brighton turun drastis dari £100 juta menjadi sekitar £75 juta.
Di Indonesia, berita ini menjadi angin segar bagi jutaan penggemar MU yang haus akan gelandang dinamis. Kehadiran Baleba diprediksi meningkatkan daya saing tim di Liga Champions dan Premier League musim depan. Apalagi, gaya bermainnya yang eksplosif dianggap cocok dengan kultur sepak bola Inggris yang mengandalkan transisi cepat—mirip dengan karakter pemain-pemain favorit di Tanah Air.
Perbandingan langsung antara Baleba, Santos, dan Ederson menunjukkan keunggulan Baleba dalam hal progresivitas. Musim lalu, Baleba mencatat lebih banyak dribel dan umpan ke depan per laga dibanding dua kandidat lainnya. Sementara Ederson dianggap belum teruji di papan atas, dan Santos hanya mencatat 0,07 dribel per pertandingan untuk Chelsea. Data ini memperkuat alasan MU untuk mengeluarkan dana lebih besar demi Baleba.
Keputusan akhir kini ada di tangan INEOS dan Carrick. Apakah mereka akan merealisasikan perburuan yang sudah berlangsung setahun ini? Jika berhasil, MU tak hanya mendapatkan gelandang bertahan, tetapi juga modal fisik dan teknik untuk bersaing di level tertinggi. Pertanyaan besarnya: akankah Baleba menjadi jawaban atas kerinduan Old Trafford akan seorang jenderal lapangan tengah yang sejati?



