Mengapa Savinho Berpotensi Menjadi Solusi Kebangkitan Dominic Solanke di Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Dominic Solanke, yang diboyong Tottenham seharga £65 juta, hanya mencetak 12 gol dalam dua musim dan sering cedera, membuat masa depannya di klub terancam.
- Tottenham dikabarkan optimistis merekrut winger Manchester City, Savinho, dengan banderol sekitar £60 juta untuk memperbaiki suplai bola ke lini depan.
- Savinho terbukti kreatif di Girona dan City; kehadirannya diharapkan bisa mengembalikan ketajaman Solanke seperti saat di Bournemouth.

Krisis gol yang melanda Dominic Solanke di Tottenham Hotspur mungkin segera menemukan titik terang setelah klub dilaporkan makin percaya diri mendatangkan winger Manchester City, Savinho, sebagai pemasok utama peluang di lini depan.
Solanke, yang direkrut dari Bournemouth dengan biaya £65 juta pada musim panas 2023, belum mampu memenuhi ekspektasi. Musim 2025/26 ia hanya mengemas tiga gol Liga Inggris, anjlok drastis dibandingkan 19 gol pada musim terakhirnya di Vitality Stadium. Cedera berkepanjangan—total absen 237 hari sejak tiba di London Utara—menjadi biang utama penurunan performa striker berusia 28 tahun itu.
Manajer Tottenham, Roberto De Zerbi, pernah menyebut Solanke sebagai "salah satu striker terbaik Premier League" pada April lalu. Namun pujian itu tak berbanding lurus dengan realitas di lapangan: ia tak mencetak gol dalam tiga pertandingan pertama De Zerbi dan hanya melepaskan 1,3 tembakan per laga, turun dari 2,9 tembakan pada musim kejayaannya di Bournemouth. Rasio konversi golnya pun merosot dari 17% menjadi 14%, dan sentuhan per pertandingan menyusut dari 33,2 menjadi 22,7.
Untuk konteks Indonesia, minat terhadap Premier League—khususnya Tottenham yang memiliki basis penggemar cukup besar di Tanah Air—menjadikan drama transfer ini relevan. Kehadiran Savinho, jika terealisasi, bukan hanya bisa menyelamatkan karier Solanke tetapi juga meningkatkan daya tarik laga-laga Spurs bagi penonton Indonesia yang haus akan permainan ofensif.
Savinho, yang dibeli City dari Troyes seharga £30 juta pada 2023, dikabarkan bisa ditebus dengan banderol sekitar £60 juta. Jurnalis Ben Jacobs mengungkapkan bahwa Tottenham "percaya diri" mencapai kesepakatan, meski City perlu mencari pengganti lebih dulu. Angka itu mungkin terlihat mahal mengingat kontribusi Savinho di Premier League musim lalu hanya satu gol dan satu assist. Namun statistik kreativitasnya jauh lebih impresif: delapan assist, 11 peluang emas tercipta, dan 1,6 operan kunci per laga.
Bukan hanya di Inggris, jejak Savinho sebagai kreator peluang sudah terbukti saat dipinjamkan ke Girona pada 2023/24. Ia menorehkan sembilan gol dan sepuluh assist di LaLiga, sekaligus menjadi pemain dengan dribel sukses terbanyak di Spanyol. Ketika itu, striker Girona Artem Dovbyk—yang kini bersinar di AS Roma—mengemas 24 gol berkat suplai Savinho. Pola serupa diharapkan terjadi di Tottenham: winger Brasil itu mampu menarik pemain bertahan lawan dan memberikan umpan matang untuk Solanke.
Masalah utama Spurs saat ini adalah minimnya kreator di lini tengah. Cedera Dejan Kulusevski, James Maddison, Xavi Simons, dan Wilson Odobert membuat pasokan bola ke Solanke sangat terbatas. Musim lalu, hanya Heung-min Son (16 peluang emas) dan Kulusevski (10) yang menjadi andalan. Savinho, yang bisa beroperasi di kedua sisi sayap maupun sebagai gelandang serang, diyakini bisa menjadi jawaban atas kemandulan tim.
Meski bukan nama sebesar Morgan Rogers yang pindah ke Chelsea dengan nilai £117 juta, Savinho dinilai memiliki potensi besar di bawah De Zerbi. Gaya bermainnya yang dinamis dan langsung cocok dengan filosofi pelatih asal Italia itu. Pertanyaannya, mampukah Savinho membangkitkan kembali Solanke yang kini berada di ambang 'now or never'? Atau justru akan menjadi investasi mahal lainnya yang gagal bersinar di London Utara?



