Newcastle Siapkan Rencana Suksesi Pelatih Selama Sembilan Bulan Sebelum Howe Hengkang
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United telah menyiapkan skenario pergantian pelatih hingga sembilan bulan sebelum Eddie Howe memutuskan mundur pada Juli lalu.
- Matthias Jaissle, yang belum terkalahkan dalam empat laga perdananya, menjadi pilihan utama untuk melanjutkan gaya pressing tinggi yang dibangun Howe.
- Klub menargetkan peningkatan pendapatan 50% hingga 2030, dengan penjualan pemain tetap menjadi strategi kunci untuk reinvestasi.

Newcastle United mengakui telah menyusun rencana suksesi pelatih selama delapan hingga sembilan bulan sebelum akhirnya Eddie Howe memutuskan mundur pada Juli 2025. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh direktur olahraga klub, Ross Wilson, yang menegaskan bahwa kepergian Howe sama sekali tidak mengejutkan internal klub karena skenario tersebut telah dipetakan jauh hari.
Howe, yang berhasil mengakhiri puasa gelar domestik Newcastle selama 70 tahun lewat kemenangan Carabao Cup 2025, sejatinya masih berniat melanjutkan pekerjaannya musim ini. Namun, kelelahan yang dialaminya membuat pelatih asal Inggris itu memilih mengambil jeda demi kepentingan semua pihak. Keputusan ini diambil di tengah musim panas yang penuh gejolak, ketika sejumlah pemain kunci hengkang dari St James' Park.
Wilson menegaskan bahwa proses transisi ini tidak berjalan kacau atau menyakitkan, karena klub telah memiliki rencana cadangan yang matang. Matthias Jaissle, yang direkrut dari Al-Ahli Liga Arab Saudi, akhirnya terpilih sebagai pengganti Howe setelah melalui proses seleksi panjang. "Kami selalu tahu ke mana arah kami," ujar Wilson, "Eddie adalah pelatih yang luar biasa, jadi kami harus siap jika suatu saat ia pergi."
Keputusan menunjuk Jaissle bukan tanpa pertimbangan. Klub menginginkan penerus yang mampu melanjutkan fondasi permainan agresif dengan pressing tinggi yang telah dibangun Howe. Selain itu, rekam jejak Jaissle dalam mengembangkan pemain muda, terutama saat menangani Red Bull Salzburg, dinilai sejalan dengan strategi Newcastle yang fokus merekrut pemain berusia 24 tahun ke bawah. Wilson bahkan mengaku langsung yakin setelah pertemuan pertama dengan Jaissle, dan CEO David Hopkinson pun menyambut antusiasme tersebut.
Meski demikian, masa transisi ini tidak berjalan mulus sepenuhnya. Dari delapan rekrutan anyar musim panas, hanya tiga pemainโLukas Hornicek, Amar Dedic, dan Nico Gonzalezโyang langsung menjadi starter dalam laga imbang 2-2 melawan Bournemouth. Jaissle sendiri berulang kali menyebut periode ini sebagai fase transisi yang membutuhkan waktu bagi para pemain baru untuk beradaptasi. Namun, ia berhasil menjaga rekor tak terkalahkan dalam empat pertandingan pertamanya di semua kompetisi.
Di sisi finansial, Newcastle tengah berupaya mematuhi regulasi UEFA setelah mencapai kesepakatan atas pelanggaran aturan keuangan. Klub menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 50% hingga 2030, terutama melalui kesepakatan sponsorship. Meski begitu, aktivitas jual-beli pemain tetap menjadi bagian integral dari strategi klub untuk reinvestasi. Wilson mengakui bahwa beberapa pemain mungkin akan hengkang jika perkembangannya terlalu cepat, tetapi ia menegaskan hal tersebut adalah hal yang wajar dalam sepak bola.
Salah satu kejutan terbesar di bursa transfer adalah kepergian Bruno Guimaraes ke Arsenal, yang tidak pernah direncanakan klub. Selain itu, Newcastle juga harus merelakan target utama mereka, Victor Munoz dan Johan Manzambi, yang memilih bergabung dengan Liverpool dan Aston Villa. Meski demikian, Wilson mengklaim bahwa selain kepergian Guimaraes, semua kejadian di bursa transfer sudah sesuai rencana. "Tidak ada klub yang bisa mendapatkan semua targetnya," katanya, "jika ada yang mengaku demikian, itu bohong."
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Newcastle ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya perencanaan suksesi yang matang. Di tengah maraknya klub-klub besar yang kerap kesulitan saat ditinggal pelatih suksesnya, Newcastle justru menunjukkan bahwa kesiapan manajemen adalah kunci. Pertanyaannya, apakah Jaissle mampu mempertahankan momentum dan membawa Newcastle bersaing secara konsisten di papan atas, atau justru akan menjadi bagian dari siklus pergantian pelatih berikutnya? Hanya waktu yang akan membuktikan.



