Liverpool Ganti Target: Diomande Lebih Unggul dari Akliouche untuk Gantikan Salah
Baca dalam 60 detik
- Liverpool masih belum merekrut pengganti Mohamed Salah, tetapi kini mengalihkan bidikan ke Yan Diomande dari RB Leipzig dengan banderol €120 juta.
- Diomande, 19 tahun, dinilai memiliki keunggulan dalam mencetak gol dan duel dibanding Maghnes Akliouche, meski lebih mahal.
- PSG yang menjadi klub idaman Diomande belum bergerak, membuka peluang bagi Liverpool untuk memenangi perburuan pemain Pantai Gading tersebut.

Kepergian tiga pilar utama—Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate—secara gratis membuat skuad Liverpool memasuki musim 2026/27 dalam kondisi yang lebih rapuh, terutama di lini depan. Hingga sepekan menjelajah awal musim Premier League, The Reds belum kunjung mendapatkan pengganti sepadan di sisi kanan, meski sudah merekrut Victor Munoz dari Osasuna seharga £35,5 juta. Kini, nama Yan Diomande, winger RB Leipzig asal Pantai Gading, muncul sebagai opsi paling menarik untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Salah.
Kekhawatiran suporter Liverpool terhadap aktivitas transfer yang lambat sebenarnya beralasan. Federico Chiesa masih menjadi pilihan utama di sayap kanan, dengan Harvey Elliott sebagai satu-satunya pesaing yang bisa diandalkan. Situasi ini mendorong manajemen untuk bergerak lebih agresif, terutama setelah PSG menunjukkan keraguan dalam memenuhi tuntutan Leipzig sebesar €120 juta (£102 juta) untuk Diomande.
Diomande vs Akliouche: Pilih Bintang atau Potensi?
Sebelumnya, Liverpool dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan Monaco untuk merekrut Maghnes Akliouche. Playmaker asal Prancis itu memang memiliki teknik dan kreativitas tinggi, namun perannya lebih sebagai pendukung ketimbang bintang utama. Sebaliknya, Diomande—yang baru berusia 19 tahun—telah menunjukkan naluri mencetak gol dan kemampuan menggiring bola yang setara dengan Salah saat menjadi juru gedor utama di Leipzig serta penampilan gemilang di Piala Dunia.
Menurut laporan BILD, perburuan Diomande masih diikuti lima klub, dan Liverpool tampaknya tidak menyerah meski PSG sempat menjadi tujuan utama pemain tersebut. Manajemen Liverpool sempat curiga Diomande menggunakan nama mereka untuk mendongkrak negosiasi dengan PSG, namun kelambanan juara Ligue 1 itu membuat peluang kembali terbuka. Jurgen Klopp, yang kini menjadi komentator, secara khusus memuji kemampuan Diomande dalam satu-lawan-satu dan ketajamannya menciptakan peluang emas setiap pertandingan—ciri khas yang dimiliki Salah di masa jayanya.
Dari segi usia dan dampak langsung, Diomande unggul lima tahun lebih muda dibanding Akliouche, namun sudah menunjukkan konsistensi level atas. Bandingkan: Akliouche lebih banyak mengumpulkan assist ketimbang gol, sementara Diomande terbilang dual-threat yang bisa menjadi penyelesai maupun pengumpan. Jika Liverpool berhasil memboyongnya, posisi nomor 9 yang ditempati Alexander Isak juga akan mendapat suplai lebih optimal.
Direktur olahraga Richard Hughes menghadapi dilema: tetap pada jalur Akliouche yang lebih ekonomis atau nekat membayar mahal untuk potensi generasional. Dengan PSG yang masih ragu, Liverpool memiliki kesempatan untuk mengamankan pemain yang bisa menjadi fondasi serangan selama satu dekade ke depan. Namun, kegagalan dalam perburuan ini juga berarti risiko kekuatan tim kembali terdegradasi di tengah persaingan Premier League yang semakin sengit.
Apakah FSG akan mengeluarkan dana besar untuk Diomande, atau memilih opsi realistis Akliouche? Keputusan dalam beberapa pekan mendatang akan menentukan arah strategi transfer Liverpool—dan mungkin juga peta persaingan di papan atas Inggris.



