Tottenham Kejar Andreas Schjelderup, Benfica Gelontorkan Kontrak Super untuk Pertahankan Bintangnya
Baca dalam 60 detik
- Benfica menawarkan perpanjangan kontrak hingga 2031 dengan kenaikan gaji besar-besaran untuk winger Andreas Schjelderup setelah Tottenham menunjukkan minat serius.
- Schjelderup, yang saat ini bergaji rendah meski menjadi aset termahal Benfica, menjadi alternatif utama Spurs jika perburuan Savinho dari Manchester City gagal.
- Persaingan transfer ini menyoroti strategi klub Eropa dalam mempertahankan talenta muda, menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola Indonesia yang mulai melirik pemain diaspora.

Benfica bergerak cepat mengamankan masa depan Andreas Schjelderup setelah Tottenham Hotspur menunjukkan ketertarikan serius pada pemain sayap Norwegia berusia 22 tahun itu. Klub raksasa Portugal itu dikabarkan telah menawarkan kontrak baru yang akan membuat gaji Schjelderup setara dengan pemain dengan bayaran tertinggi di klub.
Ketertarikan Tottenham bukan tanpa alasan. Manajer Roberto De Zerbi tengah membangun kembali lini serang setelah serangkaian cedera panjang yang melanda kreator utama Spurs. James Maddison baru pulih dari cedera ACL, Dejan Kulusevski masih belum jelas kapan kembali, dan Xavi Simons juga harus menepi karena cedera serupa. Dengan tiga pemain kunci yang absen dalam waktu lama, kebutuhan akan tambahan daya kreasi di lapangan tengah menjadi prioritas.
Schjelderup dinilai cocok dengan profil yang diinginkan De Zerbi: pemain muda, teknis, dan bisa bermain di kedua sisi sayap. Musim lalu ia mencatatkan sepuluh gol dan tujuh assist dalam 43 penampilan di semua kompetisi. Penampilannya bersama Norwegia di Piala Dunia, termasuk gol ke gawang Inggris, semakin mengukuhkan reputasinya.
Namun, Benfica tidak tinggal diam. Menurut sumber internal, klub telah menawarkan perpanjangan kontrak hingga 2031—tiga tahun lebih panjang dari kesepakatan saat ini yang baru berakhir 2028. Lebih penting lagi, gaji Schjelderup akan dinaikkan drastis, dari yang semula termasuk terendah di klub menjadi setara dengan pemain top. Meski klausul rilisnya mencapai €100 juta, ada pemahaman bahwa Schjelderup bisa dilepas dengan banderol sekitar €80 juta.
Situasi Schjelderup kian menarik karena Tottenham juga masih memburu Savinho dari Manchester City. Pemain Brasil itu nyaris bergabung dengan Spurs musim panas lalu, tetapi City membatalkan transfer karena gagal mencari pengganti. Musim ini, dinamika serupa terjadi: Savinho dikabarkan ingin pindah, namun City kembali menunda hingga mereka mendatangkan pemain sayap baru. Savinho sendiri menjalani musim yang kurang memuaskan di Etihad—hanya empat gol dan tiga assist dalam 36 laga—sehingga peluangnya untuk menjadi pilihan utama di bawah manajer anyar Enzo Maresca tipis.
Jika urusan Savinho kembali buntu, Schjelderup menjadi opsi alternatif yang menjanjikan bagi Tottenham. Namun, Benfica jelas tidak ingin kehilangan aset berharganya dengan harga murah. Langkah agresif mereka menunjukkan bahwa klub Portugal itu belajar dari kasus pemain muda lain yang hengkang terlalu murah ke Premier League.
Bagi sepak bola Indonesia, drama transfer ini bisa menjadi cermin. Klub-klub di Liga 1 yang memiliki pemain muda potensial mulai menyadari pentingnya kontrak jangka panjang dan perlindungan nilai aset. Strategi Benfica yang menaikkan gaji secara signifikan untuk mempertahankan bintang mudanya bisa menjadi referensi, terutama ketika klub-klub Eropa mulai melirik pemain diaspora Indonesia. Dengan semakin banyaknya pemain keturunan Indonesia yang menonjol di Eropa, langkah preventif seperti ini perlu dipertimbangkan agar talenta tidak mudah direnggut dengan klausul murah.
"Dia pemain yang sangat kuat dan fantastis—tidak takut menghadapi bek sekaliber Denzel Dumfries," ujar rekan setim Schjelderup di timnas Norwegia, Alexander Sorloth, usai pertandingan melawan Belanda.
Ke depan, bursa transfer Tottenham musim panas ini akan menjadi ujian bagi strategi De Zerbi. Apakah Spurs akan merekrut kedua pemain sayap sekaligus, atau hanya satu? Keputusan City soal Savinho akan menjadi faktor penentu. Sementara itu, Benfica telah menunjukkan bahwa mereka siap bertaruh besar demi mempertahankan bintangnya.



