Liga Skotlandia Terganggu: Lima Klub Tunda Laga demi Fokus ke Eropa
Baca dalam 60 detik
- Lima klub Skotlandia yang berlaga di kompetisi Eropa memutuskan menunda pertandingan liga akhir pekan ini, memanfaatkan aturan baru yang berlaku sejak April 2025.
- Keputusan ini memungkinkan tim seperti Celtic dan Rangers memprioritaskan play-off Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi tanpa tekanan jadwal domestik.
- Penundaan berdampak pada jadwal padat dan persaingan liga, dengan laga tunda dijadwalkan pada pertengahan September.

Lima klub kasta tertinggi Skotlandia yang berlaga di kompetisi Eropa memutuskan untuk menunda pertandingan Liga Premiership yang sedianya digelar Sabtu, 22 Agustus. Keputusan ini diambil secara sepihak oleh masing-masing klub berdasarkan aturan baru yang mulai berlaku sejak April 2025, di mana tim yang bermain di Eropa berhak menunda laga domestik tanpa perlu persetujuan lawan.
Langkah ini diambil karena seluruh lima klub—Celtic, Rangers, Heart of Midlothian, Motherwell, dan Hibernian—akan menjalani laga play-off dua leg di berbagai kompetisi Eropa pada pekan yang sama. Play-off tersebut merupakan babak krusial untuk lolos ke fase grup Liga Champions, Liga Europa, maupun Liga Konferensi. Keputusan menunda laga domestik dinilai sebagai strategi untuk menjaga kebugaran pemain dan memaksimalkan peluang di pentas Eropa.
Celtic, juara Premiership musim lalu, belum mengetahui lawan mereka di play-off Liga Champions. Musim lalu, mereka tersingkir di babak yang sama oleh wakil Kazakhstan, Kairat Almaty. Sementara itu, Hearts tertinggal agregat 4-0 dari Sturm Graz di babak kualifikasi kedua Liga Champions dan kemungkinan besar akan turun ke babak kualifikasi ketiga Liga Europa. Rangers sendiri sudah diundi menghadapi Jagiellonia Bialystok dari Polandia di babak yang sama.
Motherwell dan Hibernian masih berjuang di babak kualifikasi kedua Liga Konferensi. Motherwell unggul agregat 2-0 atas HB dari Kepulauan Faroe, sementara Hibs tertinggal 2-0 dari Malisheva asal Kosovo. Keputusan penundaan laga mereka baru akan berlaku jika keduanya lolos ke play-off. Situasi ini membuat jadwal liga semakin tidak menentu, terutama bagi tim yang tidak berlaga di Eropa seperti Kilmarnock, Aberdeen, dan St Mirren yang harus menunggu kepastian.
Penundaan ini juga berdampak pada rival sekota Dundee United dan Dundee, yang tetap akan bermain sesuai jadwal. Sementara itu, laga Falkirk vs Hearts, Rangers vs St Mirren, dan St Johnstone vs Celtic sudah dipastikan tunda. Bagi pengamat sepak bola Skotlandia, keputusan ini menunjukkan prioritas klub-klub besar terhadap kompetisi Eropa, yang selama ini menjadi sumber pendapatan dan prestise.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah serupa mungkin akan diikuti oleh klub-klub dari liga lain yang memiliki aturan serupa. Di Indonesia, wacana penundaan laga demi kepentingan tim nasional atau klub di turnamen Asia kerap menjadi perdebatan. Aturan seperti ini bisa menjadi preseden bagi pengelola liga domestik untuk lebih fleksibel dalam mengakomodasi kepentingan klub di kancah internasional, meski berisiko mengganggu ritme kompetisi.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah penundaan ini akan menguntungkan secara sportif atau justru merugikan karena mengganggu ritme pertandingan. Dengan jadwal tunda yang baru, para pelatih harus pintar-pintar mengatur rotasi pemain agar performa tetap terjaga di dua ajang sekaligus.



