Aonishiki Kokoh di Puncak Turnamen Sumo Nagoya, Kalahkan Ozeki Kirishima
Baca dalam 60 detik
- Pegulat Ukraina Aonishiki merebut pimpinan klasemen setelah mengalahkan ozeki Kirishima pada hari ke-13 Turnamen Sumo Nagoya.
- Kemenangan ini mengamankan posisi Aonishiki sebagai ozeki dan membuka peluang juara pertamanya.
- Persaingan semakin ketat dengan tiga pegulat lain yang juga mencatat rekor 10-3, menyisakan dua hari pertandingan.

Pegulat sekiwake asal Ukraina, Aonishiki, sukses merebut pimpinan klasemen tunggal pada hari ke-13 Turnamen Grand Sumo Nagoya, Jumat, setelah menaklukkan ozeki Kirishima dalam pertarungan sengit di IG Arena. Kemenangan ini sekaligus mengokohkan posisinya sebagai calon ozeki dan membuka jalan menuju gelar juara perdana.
Aonishiki, yang baru berusia 22 tahun, mencatat rekor 11-2 setelah menjatuhkan Kirishima (10-3) dengan teknik under-shoulder swing down yang brilian. Sebelumnya, ia telah memastikan promosi kembali ke pangkat ozeki setelah meraih kemenangan ke-10 pada Rabu lalu. Kini, ia unggul satu langkah dari tiga rival terdekatnya yang sama-sama mencatat 10 kemenangan.
Dua pemimpin sebelumnya, maegashira peringkat 13 Takerufuji dan peringkat 14 Shishi, juga menelan kekalahan ketiga dan turun ke posisi kedua. Shishi, yang lahir di Ukraina, kalah dari ozeki Kotozakura (8-5) melalui teknik pulling underarm throw. Sementara itu, Takerufuji dipaksa keluar oleh yokozuna Onosato (7-6) yang masih bergelut dengan cedera bahu kiri.
Kemenangan kedelapan Kotozakura menjadi sangat krusial karena menghapus status kadoban yang mengancam degradasinya dari pangkat ozeki. Dengan hasil ini, ia dipastikan tetap bertahan di level kedua tertinggi sumo untuk turnamen berikutnya.
Di sisi lain, yokozuna Hoshoryu gagal mengamankan rekor kemenangan setelah dikalahkan oleh sekiwake Atamifuji (10-3). Atamifuji, yang juga berusia 23 tahun, masih berpeluang meraih gelar juara pertama. "Saya senang bisa menang. Saya hanya melakukan apa yang biasa saya lakukan dan hasilnya mengikuti. Saya di sini untuk menang setiap hari, dan masih ada dua pertarungan yang harus saya menangkan," ujarnya.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, persaingan di turnamen ini menarik karena menampilkan perpaduan pegulat muda berbakat dan veteran yang berjuang mempertahankan status. Dominasi pegulat non-Jepang seperti Aonishiki dan Kirishima juga menunjukkan globalisasi olahraga tradisional ini. Dengan dua hari tersisa, pertarungan memperebutkan gelar juara masih terbuka lebar, dan Aonishiki harus mempertahankan konsistensinya untuk mengamankan gelar pertamanya.



