Leao Buka Suara soal Masa Depan: Saya Akan Lapor Diri ke Milan pada 29 Juli
Baca dalam 60 detik
- Rafael Leao mengakui telah berdiskusi dengan AC Milan soal kemungkinan hengkang, namun tetap akan memenuhi kewajiban kontrak dengan hadir dalam latihan pramusim.
- Pemain Portugal berusia 27 tahun itu menjadi gaji tertinggi di klub, sementara Milan gagal lolos ke Liga Champions musim depan, memicu spekulasi perpisahan.
- Fenerbahce dikabarkan siap menawarkan gaji โฌ10 juta per musim, tetapi Leao masih mempertimbangkan opsi sebelum mengambil keputusan.

Rafael Leao memastikan dirinya akan hadir dalam sesi latihan pramusim AC Milan pada 29 Juli sesuai kontrak, namun ia tidak menutup kemungkinan untuk meninggalkan San Siro musim panas ini. Dalam wawancara dengan podcast Brasil Podpah, pemain sayap Portugal itu mengaku telah berbicara dengan manajemen klub mengenai peluang mencari tantangan baru.
Kepastian ini muncul di tengah spekulasi panjang bahwa Leao akan berpisah dengan Milan setelah tujuh musim membela Rossoneri. Musim lalu, Milan gagal lolos ke Liga Champions, sementara Leao yang berusia 27 tahun menjadi pemain dengan gaji tertinggi di klub. Kombinasi ini membuat kedua pihak merasa bahwa perpisahan mungkin menjadi langkah terbaik.
โSaya sudah bicara dengan klub tentang kemungkinan mencoba pengalaman baru,โ ujar Leao, seperti dikutip La Gazzetta dello Sport. โSaya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya harus hadir di Milanello pada tanggal 29, dan selama saya di sana, saya akan selalu memberikan yang terbaik dan menghormati jersey yang telah memberi saya segalanya.โ
Leao yang baru saja tampil di Piala Dunia 2026 bersama Portugal, kini tengah berlibur di Brasil sambil menjalani agenda promosi untuk merek pakaian miliknya. Ia menegaskan bahwa Milan adalah klub yang membantunya berkembang, tetapi ia juga memiliki ambisi lain. โMilan telah banyak membantu saya dalam berbagai hal, tetapi dalam hidup, Anda juga punya ambisi lain. Saya akan mempelajari opsi-opsi yang ada, tetapi untuk saat ini, saya tetap pemain Milan,โ tambahnya.
Di sisi lain, laporan dari Italia menyebutkan bahwa Fenerbahce siap mengirim perwakilan untuk bertemu agen Leao. Klub asal Turki itu dikabarkan bersedia memberikan gaji โฌ10 juta per musim, lebih tinggi dari pendapatannya saat ini di San Siro. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Leao, yang harus mempertimbangkan apakah pindah ke Liga Turki pada puncak kariernya adalah langkah yang tepat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Leao menjadi menarik untuk diikuti. Jika ia memilih bertahan di Milan, ia akan menjadi andalan dalam upaya klub kembali ke papan atas Serie A. Namun, jika hengkang, pergerakannya bisa mempengaruhi bursa transfer pemain sayap di Eropa, yang kerap menjadi perhatian klub-klub besar Asia termasuk Indonesia. Pertanyaan besarnya: akankah Leao memilih petualangan baru di Turki, atau tetap setia pada Milan yang telah membesarkan namanya?



