Klopp Mulai Rombak Jerman: Kimmich Kembali ke Tengah, Urbig Calon Kuat Pengganti Neuer
Baca dalam 60 detik
- Jürgen Klopp resmi menukangi timnas Jerman dengan target mengembalikan kejayaan setelah satu dekade tanpa trofi.
- Kepergian Manuel Neuer membuka peluang bagi Jonas Urbig, kiper muda Bayern, untuk menjadi andalan di bawah mistar.
- Klopp diprediksi menggeser Joshua Kimmich ke lini tengah dan mengandalkan duet muda Musiala-Wirtz sebagai kreator serangan.

Jürgen Klopp resmi mengambil alih kursi pelatih timnas Jerman, menggantikan Julian Nagelsmann dengan mandat mengembalikan Der Panzer ke papan atas sepak bola dunia. Tantangan langsung di hadapannya: membangun skuad kompetitif untuk UEFA Euro 2028 tanpa legenda Manuel Neuer yang pensiun setelah Piala Dunia 2026.
Sejak menjuarai Piala Dunia 2014, Jerman hanya sekali menembus semifinal turnamen besar — sebuah catatan yang dinilai sebagai kegagalan struktural. Klopp, yang sukses di Liverpool dan Borussia Dortmund, diharapkan mampu mengatasi kemandekan regenerasi pemain. Salah satu keputusan pertamanya adalah menentukan suksesor Neuer. Marc-André ter Stegen dan Oliver Baumann menjadi opsi jangka pendek, tapi nama Jonas Urbig — kiper 22 tahun Bayern München — disebut sebagai calon kuat. Urbig telah menunjukkan performa meyakinkan saat dipercaya menggantikan Neuer di level klub, dan kontrak Neuer yang habis pada 2027 memberinya kesempatan setahun penuh sebagai kiper utama sebelum Euro 2028.
Perubahan taktis paling mencolok diperkirakan terjadi di lini tengah. Di bawah Nagelsmann, Joshua Kimmich dipasang sebagai bek kanan, namun Klopp diprediksi mengembalikannya ke posisi asli sebagai gelandang tengah. Kimmich yang akan berusia 33 tahun pada 2028 masih dianggap mumpuni mengatur ritme permainan. Ia akan berduet dengan Aleksandar Pavlović, rekan setimnya di Bayern, yang sudah terbukti kompak. Duet ini diyakini bisa menjadi fondasi kokoh, mirip dengan formula yang sukses di tim-tim juara seperti Spanyol (Xavi-Iniesta) atau Jerman era 2014 (Schweinsteiger-Khedira).
Di lini belakang, Jonathan Tah dan Nico Schlotterbeck tetap menjadi andalan di bek tengah. Tah telah menjelma menjadi pemimpin, sementara Schlotterbeck — meski rentan cedera — dianggap sebagai bek lengkap yang mampu membangun serangan dari belakang. Posisi bek sayap akan diisi Ridle Baku di kanan dan Nathaniel Brown di kiri. Baku, yang memiliki delapan caps, diharapkan bisa menjadi penyedia assist seperti peran Trent Alexander-Arnold di Liverpool. Brown, yang baru bergabung ke Bayern dari Eintracht Frankfurt, tampil gemilang di Piala Dunia 2026 dengan mencetak gol ke gawang Curaçao.
Di lini depan, Klopp diperkirakan beralih ke formasi 4-2-3-1 yang membawanya sukses di Dortmund, meninggalkan 4-3-3 yang ia gunakan di Liverpool. Jamal Musiala (23 tahun) akan menjadi kreator utama di belakang striker, berduet dengan Florian Wirtz. Keduanya dianggap sebagai masa depan serangan Jerman. Di sayap, muncul dua nama muda: Saïd El Mala dari Köln dan Lennart Karl. El Mala, yang masih remaja, mencetak 13 gol di Bundesliga musim lalu dan nyaris masuk skuad Piala Dunia 2026. Karl, yang harus pulang dari pemusatan latihan karena cedera, diprediksi menjadi senjata rahasia setelah pengalamannya bertambah.
Untuk posisi ujung tombak, Kai Havertz dinilai cocok dengan filosofi Klopp. Seperti Roberto Firmino di Liverpool atau Robert Lewandowski di Dortmund, Havertz tidak harus menjadi mesin gol, tetapi mampu membuka ruang bagi pemain lain. Ia juga punya naluri mencetak gol yang baik. Felix Nmecha dan Angelo Stiller disebut sebagai opsi pelapis yang menjanjikan.
Klopp mewarisi tim yang haus prestasi, namun ia memiliki bahan baku yang melimpah. Pertanyaan besarnya: bisakah ia menyulap talenta muda ini menjadi juara dalam dua tahun ke depan? Jika berhasil, Jerman tidak hanya akan kembali ke puncak, tetapi juga mengukuhkan Klopp sebagai arsitek kebangkitan sepak bola Negeri Panser.



