Gelandang Timnas Australia Cristian Volpato Dinyatakan Positif Kokain Usai Dua Kali Ditilang dalam Semalam
Baca dalam 60 detik
- Bintang Piala Dunia Australia, Cristian Volpato, dinyatakan positif kokain dalam tes oral setelah dua kali ditilang karena ngebut di Sydney dalam satu malam.
- Volpato melaju 109 km/jam di zona 60 km/jam hanya dua jam setelah pelanggaran pertama, dan SIM internasionalnya kini dibekukan enam bulan.
- Kasus ini berpotensi mempengaruhi karier Volpato di Sassuolo dan Timnas Australia, dengan investigasi polisi masih berlanjut.

Gelandang Timnas Australia yang tampil di Piala Dunia 2022, Cristian Volpato, menghadapi masalah hukum serius setelah dinyatakan positif menggunakan kokain dalam tes oral yang dilakukan polisi lalu lintas New South Wales. Pemain berusia 22 tahun itu ditilang dua kali dalam satu malam karena melaju dengan kecepatan ekstrem di Sydney, dan hasil tes kedua mengindikasikan adanya narkotika dalam tubuhnya.
Insiden bermula pada Kamis malam sekitar pukul 23.05 waktu setempat, ketika Volpato tertangkap radar melaju antara 86 hingga 94 km/jam di Anzac Bridge yang memiliki batas kecepatan 60 km/jam. Petugas melakukan tes napas di tempat yang hasilnya negatif alkohol. Namun, hanya dua jam kemudian, Volpato kembali tertangkap melaju 109 km/jam di zona yang sama. Kali ini, petugas mengambil sampel oral fluid yang kemudian menunjukkan reaksi positif terhadap kokain.
Polisi New South Wales mengonfirmasi bahwa Volpato dikenakan denda tilang untuk pelanggaran kecepatan, sementara SIM internasionalnya dibekukan selama enam bulanโartinya ia tidak boleh mengemudi di negara bagian tersebut. Polisi juga menyatakan penyelidikan masih berlanjut dan sampel sekunder telah dikirim untuk analisis lebih lanjut guna memastikan hasil awal.
Volpato merupakan salah satu pemain muda Australia yang menonjol di Piala Dunia 2022. Ia tampil dalam tiga pertandingan saat Socceroos melaju hingga babak 16 besar, sebelum akhirnya tersingkir oleh Mesir melalui adu penalti. Karier internasionalnya unik karena sebelumnya ia membela Italia di level junior, lalu beralih kesetiaan ke Australia pada Mei 2022, tepat sebelum skuad Piala Dunia diumumkan.
Di level klub, Volpato bermain untuk Sassuolo di Serie A Italia sejak 2023. Musim lalu ia mencatatkan 24 penampilan liga dan membantu klub finis di peringkat ke-11. Kasus ini tentu menjadi perhatian serius bagi Sassuolo dan Federasi Sepak Bola Australia (Football Australia), yang sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi. BBC Sport telah menghubungi kedua pihak untuk dimintai komentar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Volpato menjadi pengingat bahwa pemain profesional pun tidak kebal dari masalah di luar lapangan. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental dan penyalahgunaan zat di kalangan atlet, insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang sistem pengawasan dan dukungan yang diberikan klub dan federasi kepada pemain muda yang berada di bawah tekanan tinggi. Ke depannya, hasil analisis sampel sekunder akan menjadi penentu apakah Volpato menghadapi sanksi lebih berat, termasuk kemungkinan larangan bermain atau denda dari klub dan federasi.



