Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Prinsip Mutlak Politik Luar Negeri Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai prinsip yang tidak bisa ditawar dalam politik luar negeri Indonesia.
- Pernyataan itu disampaikan di hadapan kader PKB, menegaskan komitmen Indonesia pada politik bebas aktif dan non-blok.
- Sikap ini menggarisbawahi konsistensi Indonesia dalam membela Palestina di tengah dinamika geopolitik global.

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan. Dalam pidatonya di hadapan ribuan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Kamis (23/7), Prabowo menekankan bahwa komitmen ini menjadi pilar utama politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Prabowo menjelaskan bahwa sejak dilantik, ia telah mengumumkan arah politik luar negeri Indonesia yang non-blok dan tidak memusuhi negara mana pun. "Kita ingin menjadi tetangga yang baik bagi semua negara," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah satu-satunya hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Pernyataan ini disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin yang memadati lokasi acara.
Politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo mengusung konsep "good neighbor policy" atau kebijakan bertetangga baik. Indonesia ingin menjalin hubungan harmonis dengan semua kekuatan global, tetapi tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemerdekaan dan keadilan bagi Palestina. Sikap ini sejalan dengan tradisi panjang Indonesia yang sejak era kemerdekaan selalu vokal dalam membela hak-hak rakyat Palestina.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung kekuatan pertahanan Indonesia yang tidak bergantung pada persenjataan semata, melainkan pada semangat cinta tanah air rakyat. "Kekuatan pertahanan kita adalah pertahanan rakyat semesta. Seluruh rakyat Indonesia akan mempertahankan kedaulatannya, mempertahankan kemerdekaannya, dan mempertahankan masa depannya," tegasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin mengganggu negara lain, tetapi siap mempertahankan diri jika diperlukan.
Bagi Indonesia, isu Palestina bukan sekadar solidaritas diplomatik, melainkan cerminan dari identitas bangsa yang anti-penjajahan. Dukungan ini juga memiliki implikasi domestik, terutama dalam menjaga dukungan dari kelompok Islam dan nasionalis yang selama ini menjadi basis utama pemerintahan. Dengan sikap ini, Prabowo memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu suara paling lantang di dunia untuk kemerdekaan Palestina.
Ke depan, konsistensi Indonesia dalam membela Palestina akan terus diuji oleh dinamika politik global, termasuk tekanan dari negara-negara besar yang memiliki kepentingan di Timur Tengah. Namun, dengan pernyataan tegas Prabowo, tampaknya Indonesia tidak akan bergeser dari pendiriannya. Pertanyaannya, bagaimana Indonesia akan menyeimbangkan kebijakan bertetangga baik dengan prinsip yang tak bisa ditawar ini di tengah hubungan internasional yang semakin kompleks?



