Rosie O'Donnell: Mounjaro Bukan Sekadar Obat Pelangsing, Tapi Penyelamat Hidup
Baca dalam 60 detik
- Aktris Rosie O'Donnell mengaku Mounjaro membantunya keluar dari jerat obesitas dan diabetes tipe 2 yang dideritanya sejak tiga tahun lalu.
- Ia menyebut obat ini 'mengheningkan kebisingan makanan' dan memungkinkannya menurunkan berat badan secara konsisten selama tiga tahun.
- Rosie mendorong akses yang lebih terjangkau terhadap obat serupa, mengingat banyak orang masih berjuang melawan stigma berat badan.

Rosie O'Donnell, aktris dan komedian berusia 64 tahun, secara terbuka menyebut obat diabetes Mounjaro sebagai penyelamat hidupnya. Dalam wawancara terbaru dengan People, ia mengaku bahwa obat yang awalnya dirancang untuk pengidap diabetes tipe 2 itu telah mengubah hubungannya dengan makanan dan tubuhnya secara drastis.
O'Donnell, yang didiagnosis diabetes tipe 2 tiga tahun lalu, mengatakan bahwa Mounjaro bekerja dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan. "Saya tercengang bagaimana obat ini meredam 'kebisingan makanan' di kepala saya," ujarnya. Selama puluhan tahun, ia bergulat dengan berat badanโsejak kecil hingga puncak kariernya di televisi. Kini, dengan bantuan obat tersebut, ia berhasil menurunkan satu hingga dua pon per bulan selama tiga tahun berturut-turut.
Bagi O'Donnell, perjuangan melawan berat badan bukan sekadar masalah fisik, melainkan juga luka emosional yang mendalam. Ia menceritakan bahwa setelah ibunya meninggal, ia dan saudara-saudaranya mengalami kenaikan berat badan drastis. Sang ayah memberikan uang 100 dolar untuk berbelanja mingguan, dan sebagai anak berusia 11 tahun yang harus membeli kebutuhan lima orang, pilihan jatuh pada makanan olahan murah seperti kue Entenmann's dan sereal Cap'n Crunch. "Kami selalu meminta subtotal, dan begitu mendekati 100 dolar, kami mengembalikan ayam dan daging giling. Semua orang jadi gemuk. Semua orang diliputi kesedihan dan trauma," kenangnya.
Mounjaro, yang bahan aktifnya tirzepatide, bekerja dengan meniru hormon alami yang mengatur nafsu makan dan pelepasan insulin. Di Indonesia, obat serupa seperti Ozempic dan Rybelsus juga mulai populer, meski harganya masih tinggi dan belum sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Fenomena ini memicu diskusi tentang aksesibilitas pengobatan obesitas di tengah meningkatnya angka diabetes dan kelebihan berat badan di tanah air.
Rosie juga menyoroti aspek sosial dari obesitas. "Saya benar-benar berharap bisa beriklan untuk Mounjaro, asalkan mereka menurunkan harga alih-alih membayar saya. Karena ketika saya melihat orang berjuang melawan obesitas, saya ingin mengatakan bahwa saya tahu rasa malu yang kita bawa dan penghinaan yang dialami orang yang kelebihan berat badan," katanya. Pernyataan ini menggemakan kritik terhadap praktik farmasi yang meraup untung besar dari obat-obatan yang dibutuhkan banyak orang.
Kini, O'Donnell merasa lebih sehat dan lebih kuat secara fisik dibandingkan saat puncak popularitasnya. "Dulu, kekhawatiran terbesar saya saat tampil di acara larut malam bukanlah materi, melainkan apakah saya terlihat gemuk. Sekarang, saya merasa jauh lebih sehat dan lebih berdaya," pungkasnya. Pertanyaannya, mampukah industri farmasi dan sistem kesehatan global meniru efek penyelamatan yang dirasakan Rosie bagi jutaan penderita obesitas lainnya?



