Kelly Osbourne Akui Tak Sadar Tubuhnya Kurus Ekstrem: 'Aku Seperti Crypt Keeper'
Baca dalam 60 detik
- Kelly Osbourne baru menyadari betapa kurusnya dirinya setelah melihat foto di Grammy 2026, yang memicu kekhawatiran publik.
- Dalam wawancara eksklusif, ia mengaku kehilangan nafsu makan karena duka mendalam atas kepergian ayahnya, Ozzy Osbourne.
- Putri sulung keluarga Osbourne ini kini berusaha bangkit demi putranya yang berusia tiga tahun, Sidney.

Kelly Osbourne, putri legenda Black Sabbath Ozzy Osbourne, mengaku baru tersadar betapa ekstremnya penurunan berat badannya setelah melihat foto dirinya di karpet merah Grammy Awards, Februari lalu. Dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, Mail on Sunday, wanita 41 tahun itu menyamakan penampilannya saat itu dengan karakter horor Crypt Keeper dari serial 'Tales from the Crypt'. Ia mengaku tidak menyadari kondisinya karena tenggelam dalam kesedihan mendalam pasca kepergian sang ayah pada Juli 2025.
Penampilan Kelly di ajang penghargaan musik bergengsi itu memang memicu kehebohan. Banyak penggemar dan media menyoroti tubuhnya yang tampak sangat kurus, terutama saat ia mengenakan gaun longgar berwarna gelap. Namun, di balik sorotan kamera, Kelly mengaku berada dalam kondisi psikologis yang rapuh. "Aku tidak bisa melihat apa yang orang lain lihat karena aku terlalu kesakitan. Yang kulihat hanyalah orang yang hancur," ujarnya, seperti dikutip dalam wawancara tersebut.
Lebih jauh, Kelly menceritakan bagaimana ia berusaha menyembunyikan kondisinya dari publik. Ia sengaja mengenakan wig untuk menutupi wajahnya yang tirus, agar tulang pipinya yang menonjol tidak terlalu terlihat. Ia pun berterima kasih kepada para stylist yang membantunya memilih busana yang tidak mempertegas tubuhnya yang mungil. "Mereka tahu aku sedang mengalami sesuatu. Jadi kami mencoba mencari pakaian yang tidak membuatku terlihat lebih kurus," tambah Kelly.
Kehadirannya di Grammy sebenarnya bukan tanpa beban. Kelly datang bersama ibunya, Sharon, dan saudaranya, Jack, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ozzy. Dalam acara itu, Post Malone membawakan lagu 'War Pigs' milik Black Sabbath bersama Slash dan Chad Smith sebagai tribute. Namun, Kelly mengaku sempat ragu untuk hadir. "Aku takut. Aku ingin mendukung ibuku dan memberi penghormatan pada warisan ayahku, tapi sepertinya aku tidak seharusnya datang. Aku tidak dalam kondisi baik," kenangnya. Ia menambahkan, "Kamu dipenuhi rasa sakit yang begitu dalam sampai rasa lapar pun tidak muncul."
Kisah Kelly ini menyoroti bagaimana duka yang mendalam dapat berdampak pada kesehatan fisik, sebuah fenomena yang juga relevan di Indonesia. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini, menilai bahwa kehilangan orang tua seringkali memicu gangguan makan pada individu yang rentan. "Rasa kehilangan yang besar bisa membuat seseorang kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, termasuk makan. Ini adalah bentuk respons stres yang perlu diwaspadai," ujarnya saat dihubungi LyndHub. Ia menambahkan, dukungan keluarga dan profesional sangat penting untuk mencegah kondisi tersebut berkepanjangan.
Di tengah keterpurukannya, Kelly menemukan kekuatan dari putranya, Sidney, yang berusia tiga tahun. Ia mengaku berusaha tampil ceria di depan anaknya dan menyembunyikan kesedihannya. "Setiap kali dia masuk ruangan, ada sesuatu yang menguasai diriku, dan aku berubah menjadi Miss Fun Mom. Aku tidak pernah menangis di depannya. Aku selalu memastikan dia tidak terpapar kesedihan yang tidak pantas," tutur Kelly. Menjadi ibu tunggal, Kelly bertekad untuk pulih demi masa depan anaknya.
Perjalanan Kelly Osbourne dalam menghadapi duka mengingatkan kita bahwa kesedihan tidak selalu tampak dari luar. Di era media sosial yang serba transparan, tekanan untuk tampil sempurna di depan publik bisa memperparah kondisi psikologis seseorang. Pertanyaannya, akankah publik dan industri hiburan belajar untuk lebih empati terhadap para selebriti yang sedang berduka, alih-alih sekadar menghakimi penampilan fisik mereka?



