Livin' by Mandiri Tangani 1.700 Transaksi per Jam, Efisiensi Digital Kian Terbukti
Baca dalam 60 detik
- Aplikasi super Livin' by Mandiri memproses rata-rata 1.700 transaksi per jam, setara 11.500 transaksi harian, dengan total 41 juta pengguna hingga semester I-2026.
- Efisiensi operasional yang dihasilkan mendorong profitabilitas solid: ROE 24,3% dan ROA 17,5%, serta pertumbuhan dana pihak ketiga 17,1% yoy, melampaui rata-rata industri.
- Fitur baru seperti KSM Emas dan Livin' Next G ditambahkan untuk memperluas ekosistem digital, sementara platform wholesale Kopra by Mandiri melayani 354 ribu pengguna, 84% di antaranya UMKM.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat aplikasi super Livin' by Mandiri kini melayani rata-rata 1.700 transaksi per jam, setara dengan 11.500 transaksi harian, seiring lonjakan jumlah pengguna yang mencapai 41 juta nasabah pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini mengindikasikan transformasi digital perbankan yang semakin masif dan berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional perseroan.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, dalam paparan kinerja semester I-2026, Kamis (23/7/2026), menyebutkan bahwa volume transaksi digital yang tinggi tersebut mampu menekan biaya yang seharusnya dikeluarkan jika seluruh transaksi dilakukan secara konvensional. "Dapat dibayangkan biaya yang sangat besar apabila seluruh transaksi tersebut dijalankan secara konvensional," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan strategi fundamental untuk meningkatkan profitabilitas.
Efisiensi dari kanal digital tercermin pada kinerja keuangan yang solid. Bank Mandiri mencatat return on equity (ROE) sebesar 24,3% dan return on assets (ROA) sebesar 17,5% pada semester I-2026. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,1% secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan secara umum. Capaian ini menunjukkan bahwa optimalisasi platform digital berhasil mendorong akuisisi nasabah dan pengumpulan dana murah.
Tak hanya Livin', platform digital wholesale Kopra by Mandiri juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga semester I-2026, Kopra telah melayani sekitar 354 ribu pengguna, dengan 84% di antaranya merupakan pelaku UMKM. Hal ini memperkuat posisi Bank Mandiri dalam mendukung digitalisasi sektor usaha kecil dan menengah, yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Untuk memperluas ekosistem, Bank Mandiri menghadirkan fitur baru di Livin', antara lain KSM Emas โ fasilitas Kredit Agunan Deposito yang memungkinkan deposito dijadikan agunan pinjaman โ serta Livin' Next G, sebuah fitur yang dirancang untuk memperkenalkan budaya menabung kepada anak sejak dini. Inovasi ini tidak hanya memperkaya layanan, tetapi juga menjangkau segmen nasabah yang lebih luas, dari dewasa hingga anak-anak.
Bagi investor dan pelaku pasar, pencapaian ini menegaskan bahwa Bank Mandiri berhasil memanfaatkan momentum digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Pertumbuhan DPK yang melampaui industri juga menjadi sinyal positif bagi likuiditas dan kemampuan ekspansi kredit ke depan. Pertanyaannya, apakah bank-bank lain mampu mengejar laju transformasi digital Mandiri, atau justru akan semakin tertinggal?



