Spalletti Gerah dengan Lambannya Bursa Transfer Juventus: Targetkan Lima Pemain Baru
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Juventus Luciano Spalletti kecewa dengan lambatnya pergerakan klub di bursa transfer, baru dua pemain direkrut.
- Ia masih menanti setidaknya lima tambahan pemain baru, termasuk dua penyerang tengah dan satu kiper utama.
- Ketidakpastian skuad membuat Spalletti hanya memiliki tiga atau empat pemain inti dalam latihan jelang Serie A.

Luciano Spalletti mulai menunjukkan kegelisahannya. Hanya dalam hitungan pekan sebelum Serie A 2026-27 bergulir, pelatih Juventus itu merasa klub belum bergerak cepat dalam membangun ulang skuad. Ia masih menunggu setidaknya lima pemain anyar, termasuk dua penyerang tengah, untuk menambal lubang yang ditinggalkan pemain-pemain kunci.
Sejauh ini, Juventus baru merekrut dua pemain: bek kanan Zeki Celik secara gratis dan penyerang muda Jeff Ekhator dari Genoa. Namun, Ekhator justru cedera dan diperkirakan absen tiga pekan. Situasi ini jauh dari harapan Spalletti yang menginginkan revolusi skuad setelah Juventus hanya finis di posisi keenam Serie A musim lalu.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Spalletti mendesak manajemen untuk segera merealisasikan target transfer. Prioritas utama adalah penyerang tengah setelah kepergian Dusan Vlahovic yang kontraknya habis pada 30 Juni. Juventus masih bernegosiasi dengan Paris Saint-Germain untuk Randal Kolo Muani, dan dikabarkan bersedia menaikkan tawaran di atas โฌ40 juta. Alternatif lain termasuk Joshua Zirkzee (Manchester United) yang bisa dipinjam, Mateo Pellegrino (Parma), dan Richarlison (Tottenham) sebagai opsi luar.
Di posisi kiper, Spalletti juga ingin segera mendapatkan pengganti Michele Di Gregorio. Dua nama besar, Emiliano Martinez (Aston Villa) dan Alisson Becker (Liverpool), masih sulit direalisasikan. Alternatif seperti Zion Suzuki (Parma) dan Guglielmo Vicario (Tottenham) pun dipertimbangkan. Selain itu, pelatih asal Italia itu menginginkan tambahan satu gelandang dan satu bek kiri.
Keterlambatan ini berdampak langsung pada persiapan tim. Dengan sebulan tersisa sebelum laga perdana Serie A, Spalletti hanya memiliki tiga atau empat pemain yang ia anggap sebagai starter dalam sesi latihan: Manuel Locatelli, Andrea Cambiaso, Pierre Kalulu, plus mungkin Zeki Celik atau Lloyd Kelly. Sementara itu, Kenan Yildiz dan Khephren Thuram masih menjalani pemulihan individu, sedangkan Gleison Bremer, Weston McKennie, dan Francisco Conceicao belum kembali setelah tampil di Piala Dunia 2026.
Akibatnya, kelompok latihan saat ini dipenuhi pemain yang tidak masuk dalam rencana Spalletti, seperti Di Gregorio, Joao Mario, Edon Zhegrova, Lois Openda, dan Arkadiusz Milik. Situasi ini memicu ketegangan. Spalletti dikabarkan mengatakan kepada beberapa pemain, "Saya masih di sini, tetapi kalian mungkin tidak." Pernyataan itu menegaskan tekadnya untuk membersihkan skuad.
CEO Giovanni Carnevali masih mendapat kepercayaan penuh dari klub dan mulai bergerak lebih agresif. Namun, Spalletti mulai frustrasi karena lambannya proses masuk dan keluarnya pemain. Jika tidak ada percepatan, Juventus berisiko mengulangi musim lalu yang mengecewakan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk diikuti. Juventus, klub dengan basis penggemar besar di Tanah Air, tengah berada di titik krusial. Kegagalan membangun skuad yang kompetitif tidak hanya akan memengaruhi performa di Serie A, tetapi juga daya tarik klub di pasar Asia. Pertanyaannya, mampukah manajemen Juventus memenuhi tuntutan Spalletti sebelum jendela transfer ditutup?



