Kontroversi Sponsor Rusia Hambat Langkah Pirlo Menuju Kursi Pelatih Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Andrea Pirlo gagal dikukuhkan sebagai pelatih Timnas Italia karena Federasi ingin klarifikasi hubungannya dengan perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.
- Pirlo berdalih bahwa keterikatannya dengan Fonbet otomatis putus begitu ia meninggalkan klubnya di Dubai, namun Kemenpora Italia ikut angkat bicara.
- Luciano Spalletti mengincar Randal Kolo Muani untuk memperkuat lini depan, sementara Inter Milan mendekati Cristian Romero dan Napoli menghadapi tuntutan Romelu Lukaku.

Proses pengangkatan Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Timnas Italia tiba-tiba tersendat. Bukan karena kapasitas taktik, melainkan bayang-bayang hubungannya dengan Fonbet, perusahaan judi daring yang berbasis di Moskow. Pirlo selama ini menjadi duta global merek tersebut, dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) meminta kejelasan sebelum kontrak resmi diteken.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Presiden FIGC Giovanni Malagò menginginkan transparansi penuh terkait ikatan Pirlo dengan Fonbet. Kekhawatiran muncul karena sponsor judi kerap menjadi isu sensitif di Italia, apalagi jika melibatkan pihak asing yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Pirlo sendiri dijadwalkan menggantikan pelatih sebelumnya, namun proses verifikasi kini menjadi penghalang.
Tim kuasa hukum Pirlo membantah adanya masalah. Mereka menegaskan bahwa keterkaitan tersebut berjalan melalui klub Pirlo saat ini, United FC Dubai, yang pemiliknya Sergey Lomakin memiliki saham di Fonbet. Begitu Pirlo meninggalkan klub itu, menurut pengacara, hubungan dengan Fonbet akan lenyap secara otomatis tanpa penalti. Namun, pernyataan itu belum sepenuhnya meredakan kegaduhan.
Corriere dello Sport bahkan menyebut situasi ini sebagai 'Pirlo membelah Italia'. Keputusan Paolo Maldini, yang merekomendasikan Pirlo, dinilai sebagai langkah berisiko yang disambut dingin oleh sejumlah klub, suporter, dan politikus. Menteri Olahraga Andrea Abodi menjadi salah satu yang menyuarakan keraguan, meski ia tetap memberikan dukungan bersyarat. Sementara itu, nama Antonio Conte dan Roberto Mancini disebut-sebut sebagai opsi cadangan jika federasi mengurungkan niat.
Di luar hiruk-pikuk tim nasional, bursa transfer Serie A juga memanas. Luciano Spalletti, yang baru saja memimpin kemenangan uji coba 1-0 atas Standard Liège berkat gol Fabio Miretti, secara terang-terangan mengincar Randal Kolo Muani. “Saya menunggu Kolo!” menjadi headline Tuttosport, merujuk pada keinginan pelatih Napoli itu untuk mendatangkan striker Paris Saint-Germain. Selain itu, nama Eljif Elmas, yang pernah menjadi andalan Spalletti di Napoli, juga disebut-sebut bakal merapat.
Sementara itu, Inter Milan terus bergerak. Kabar dari Corriere mengabarkan bahwa upaya merekrut Cristian Romero dari Tottenham semakin nyata. Dana sekitar €40 juta disiapkan oleh Oaktree, pemilik baru Inter, untuk memenuhi permintaan Tottenham. Bek asal Argentina itu dianggap sebagai tambahan ideal untuk lini pertahanan Nerazzurri. Di sisi lain, Yann Bisseck telah memperpanjang kontrak hingga 2031, menunjukkan komitmen klub terhadap pemain muda.
Napoli, yang musim lalu tampil gemilang, kini menghadapi situasi rumit terkait Romelu Lukaku. Agen sang striker dengan tegas menyatakan bahwa Lukaku tidak akan menjadi pemain cadangan. Sementara itu, klub terus memburu bek baru dengan Tiago Gabriel sebagai kandidat utama. Roma pun tak mau kalah; mereka dilaporkan telah mengajukan tawaran €30 juta plus bonus untuk Santiago Castro dari Bologna.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, dinamika ini menarik dicermati. Persoalan sponsor judi bukan hal asing, mengingat regulasi periklanan judi di Indonesia sangat ketat. Kasus Pirlo bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya transparansi bagi figur publik, terutama yang akan memegang peran strategis. Di sisi lain, pergerakan transfer pemain bintang seperti Kolo Muani, Romero, dan Lukaku selalu dinanti karena para pemain ini kerap menjadi bintang di layar kaca Indonesia. Jika Pirlo akhirnya gagal dilantik, konsekuensinya bisa berimbas pada strategi FIGC jangka panjang—apakah akan kembali ke pelatih senior atau justru mempertahankan jalur legenda.



