Alphabet Buktikan Investasi AI Berbuah Manis: Pendapatan Kuartal II Tembus $112 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Alphabet mencatat pendapatan kuartal II sebesar $112,11 miliar, melampaui ekspektasi analis berkat lonjakan belanja iklan dan bisnis cloud yang didorong AI.
- Keuntungan investasi ekuitas, terutama dari SpaceX yang baru go public, menyumbang $98 miliar secara neto, memperkuat posisi keuangan perusahaan.
- CEO Sundar Pichai menegaskan AI telah menjadi mesin pertumbuhan baru, dengan produk konsumen seperti Gemini mendekati 1 miliar pengguna.

Alphabet Inc., induk perusahaan Google, membukukan pendapatan kuartal kedua yang melampaui perkiraan analis, menandai bahwa belanja besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI) mulai menuai hasil. Perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, itu mencatat pendapatan $112,11 miliar atau setara $9,11 per saham untuk periode April-Juni, melonjak dari $28,2 miliar atau $2,31 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan pendapatan mencapai 24 persen menjadi $119,8 miliar, dibandingkan $96,43 miliar pada kuartal II-2025. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi analis yang dirata-rata oleh FactSet sebesar $117,06 miliar. Alphabet tidak mengungkapkan angka laba disesuaikan yang sebanding dengan perkiraan analis sebesar $2,88 per saham. Namun, perusahaan mencatat keuntungan neto $98 miliar, terutama dari kenaikan nilai investasi ekuitasโmayoritas di SpaceX yang melantai di bursa pada Juni lalu.
CEO Sundar Pichai dalam pernyataannya mengatakan, "Investasi AI kami mendefinisikan ulang apa yang mungkin di setiap bagian bisnis kami." Pernyataan ini dikuatkan oleh analis Emarketer Nate Elliott yang menyebut hasil tersebut "impresif," terutama dari sisi AI. Menurut Elliott, di sisi konsumen, Gemini hampir menjadi produk AI ketiga Google yang mencapai 1 miliar pengguna, setelah AI Overviews dan AI Mode. Di sisi enterprise, permintaan AI mendorong pertumbuhan besar di bisnis cloud. "Pertumbuhan kuat yang berkelanjutan di iklan pencarian mendukung klaim Google bahwa AI bersifat aditif terhadap pencarian, bukan pengganti," ujarnya.
Seperti biasa, iklan digital yang digerakkan oleh mesin pencari dominan Google menjadi motor utama pertumbuhan pendapatan kuartal ini, ditopang oleh belanja iklan Piala Dunia, terutama di YouTube. Bisnis cloud juga mencatat pertumbuhan signifikan berkat portofolio AI yang mencakup chip, model, data, keamanan, dan platform agen. Saham Alphabet naik $2,71 menjadi $344,62 dalam perdagangan after-hours.
Bagi Indonesia, kinerja Alphabet ini memberikan sinyal positif bagi ekosistem digital dan startup AI lokal. Pertumbuhan bisnis cloud Google yang didorong AI berpotensi memperluas adopsi layanan cloud di Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu pasar prioritas Google. Selain itu, keberhasilan Gemini sebagai produk AI konsumen dapat mempercepat penetrasi asisten AI di pasar Indonesia, mengingat Google telah meluncurkan Gemini dalam bahasa Indonesia. Di sisi lain, dominasi iklan digital Google yang kian kuat menimbulkan pertanyaan tentang persaingan usaha dan regulasi data di dalam negeri, terutama dengan maraknya belanja iklan politik dan komersial.
Ke depan, Alphabet diperkirakan akan terus menggenjot investasi AI, termasuk dalam pengembangan model bahasa besar dan infrastruktur cloud. Pertanyaannya, mampukah perusahaan mempertahankan momentum pertumbuhan ini di tengah tekanan regulasi global dan persaingan ketat dari Microsoft serta startup AI lainnya? Jawabannya akan terlihat pada kuartal-kuartal mendatang, terutama saat efek keuntungan investasi ekuitas mulai mereda.



