Aston Villa Berburu 'Mbappe Baru' PSG: Ibrahim Mbaye Jadi Target Usai Kehilangan Rogers
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa kehilangan Morgan Rogers yang hengkang ke Chelsea dengan nilai transfer £117 juta, meninggalkan lubang di lini serang.
- Klub Premier League itu telah mengamankan Alejandro Garnacho secara pinjaman dari Chelsea, namun produktivitasnya diragukan untuk menggantikan Rogers.
- Ibrahim Mbaye, pemain muda PSG berjuluk 'Mbappe berikutnya', masuk dalam daftar belanja utama Aston Villa dengan banderol £43 juta.

Aston Villa harus merelakan Morgan Rogers, bintang muda Inggris yang baru saja menyelesaikan transfer senilai £117 juta ke Chelsea pada Selasa lalu. Kepergian pemain berusia 23 tahun itu menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Unai Emery, mengingat peran sentralnya dalam membawa tim ke Liga Champions musim ini dan kesuksesan di Liga Europa musim lalu. Dalam 85 penampilan di Premier League, Rogers mencatatkan 21 gol dan 19 assist—kontribusi yang tidak mudah digantikan.
Untuk menambal celah tersebut, Villa telah menyepakati kesepakatan pinjaman selama satu musim untuk Alejandro Garnacho dari Chelsea, dengan opsi pembelian bersyarat. Garnacho, yang pernah disebut Erik ten Hag sebagai calon pemain kelas dunia, hanya mampu mencetak satu gol di Premier League musim lalu setelah pindah dari Manchester United ke Stamford Bridge dengan harga £40 juta. Meski memiliki bakat alami, konsistensi sang pemain Argentina masih dipertanyakan.
Manajemen Villa sadar bahwa mengandalkan Garnacho sepenuhnya adalah risiko besar. Oleh karena itu, mereka telah menyiapkan rencana cadangan dengan membidik Ibrahim Mbaye, winger muda Paris Saint-Germain yang dijuluki "Mbappe berikutnya" oleh media Prancis GOAL. Pemain berusia 18 tahun asal Senegal itu telah tampil 42 kali untuk tim utama PSG, mencetak empat gol dan empat assist. Kecepatan dan naluri mencetak golnya dianggap sebagai aset berharga.
Menurut laporan The Athletic, PSG bersedia melepas Mbaye dengan harga sekitar £43 juta karena kelebihan pemain bintang di lini depan. Villa sebelumnya juga memantau Crysencio Summerville dari West Ham, tetapi pemain Belanda itu dikabarkan akan hijrah ke Arab Saudi. Dengan demikian, Mbaye menjadi prioritas utama di bursa transfer musim panas ini.
Gaya bermain Mbaye yang suka membawa bola dari sayap dan menusuk ke dalam mengingatkan pada Kylian Mbappe. Ia lebih cenderung mencari peluang mencetak gol daripada menjadi kreator serangan. Meski demikian, potensi golnya yang tinggi membuatnya layak disebut sebagai prospek elite. Di sisi lain, Garnacho yang lebih senior justru mulai kehilangan momentum untuk mencapai level kelas dunia, meski masih ada harapan jika diasah oleh Emery.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Villa ini menarik untuk dicermati. Klub Premier League kerap menjadi barometer bagi pemain Asia Tenggara yang ingin berkarier di Eropa. Kehadiran pemain muda seperti Mbaye bisa menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia untuk terus mengasah kemampuan. Selain itu, persaingan di bursa transfer Premier League menunjukkan betapa ketatnya kompetisi di level tertinggi, yang bisa menjadi pelajaran bagi pengelolaan klub di Tanah Air.
Dengan kemungkinan kepergian Leon Bailey, Villa berpotensi melakukan perombakan besar di lini depan. Pertanyaannya, akankah Mbaye mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League dan menjadi bintang baru di Villa Park? Atau justru Garnacho yang akan bangkit dan membuktikan potensi besarnya? Musim depan akan menjadi jawabannya.



