URI, Kampus Cetak Pemimpin ala Prancis yang Dirancang Prabowo
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah meluncurkan Universitas Republik Indonesia (URI) yang mengintegrasikan Sekolah Unggulan Garuda dan LAN untuk mencetak pemimpin nasional.
- Model URI terinspirasi dari lembaga kepemimpinan seperti ENA/INSP Prancis, yang mewajibkan pejabat publik mengikuti pendidikan khusus.
- URI telah memulai pelatihan 399 pegawai BUMN dan akan membangun 10 kampus, dengan pendanaan penuh dari APBN.

Pemerintah resmi membentuk Universitas Republik Indonesia (URI), sebuah lembaga pendidikan yang dirancang khusus untuk menyiapkan kader pemimpin masa depan di sektor pemerintahan dan BUMN. Lembaga ini dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7) dan langsung beroperasi dengan menggandeng sejumlah institusi yang sudah ada.
Gubernur URI Donny Ermawan menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan hasil konsolidasi dari beberapa jenjang pendidikan—dari SD hingga perguruan tinggi—yang selama ini sudah berjalan. "Beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," ujarnya di Istana Negara. URI akan berkesinambungan dengan Sekolah Unggulan Garuda dan terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Dalam struktur organisasinya, URI membawahi Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, yang kemudian membawahi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan LAN. LAN sendiri akan diperkuat perannya: tak lagi hanya membina ASN, tetapi juga menyiapkan karyawan BUMN. "Penambahan tugas dan fungsi ini akan memperkuat pembinaan SDM nasional," kata Donny.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa URI mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan dari sejumlah negara, seperti École nationale d'administration (ENA) di Prancis yang kini menjadi Institut National du Service Public (INSP). Di Prancis, hampir semua pejabat pemerintahan, pejabat BUMN, hingga kepala daerah pernah mengikuti pendidikan di lembaga tersebut. "Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu, satu lembaga," jelas Prasetyo.
Melalui model serupa, pemerintah berharap calon pemimpin Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat. Prasetyo menekankan bahwa penguatan wawasan kebangsaan menjadi krusial karena para pejabat menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara. "Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan," tambahnya.
URI juga akan menyelenggarakan program sarjana seperti kampus pada umumnya. Rencana jangka panjangnya, URI akan mendirikan 10 kampus di berbagai daerah, dimulai dari Bogor di atas lahan bekas perkebunan sawit milik PTPN. Saat ini, aktivitas perkuliahan sementara berlangsung di gedung Kementerian BUMN, Jakarta.
Langkah ini menimbulkan pertanyaan: apakah URI akan menjadi solusi atas kerapuhan kaderisasi kepemimpinan di Indonesia, atau justru menambah birokrasi baru yang membebani APBN? Keberhasilan model ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi dan kualitas kurikulum yang dirancang.



