Pemain Wolves Tolu Arokodare Paksa Latihan Dibatalkan, Desak Pindah ke Fiorentina
Baca dalam 60 detik
- Striker Wolves Tolu Arokodare menghentikan sesi latihan dengan duduk di lapangan dan menuntut transfer ke Fiorentina setelah klub menolak tawaran Serie A.
- Manajer anyar Cesar Peixoto membatalkan latihan Senin lalu, dan Arokodare dipastikan absen dalam laga uji coba kontra Maidenhead United.
- Insiden ini menambah daftar masalah disiplin Arokodare di Molineux, yang musim lalu hanya mencetak tiga gol liga saat Wolves terdegradasi dari Premier League.

Striker Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare, memicu kekacauan di sesi latihan klub dengan duduk di tengah lapangan dan menolak meninggalkan area tersebut, memaksa pelatih kepala Cesar Peixoto untuk menghentikan kegiatan lebih awal. Aksi dramatis ini dilakukan pemain berusia 25 tahun itu sebagai bentuk protes atas kegagalan klub melepasnya ke Fiorentina, yang kabarnya telah mengajukan tawaran resmi.
Menurut sumber internal klub yang dikutip BBC Sport, Arokodare dengan tegas mendesak manajemen untuk menyetujui kepindahannya ke klub Serie A Italia tersebut. Sikapnya yang ngotot membuat Peixoto, yang baru beberapa pekan menjabat, tidak punya pilihan selain mengakhiri latihan pada Senin lalu. Akibat insiden ini, Arokodare juga dicoret dari skuad untuk laga persahabatan melawan Maidenhead United pada Rabu.
Ini bukan kali pertama Arokodare berseteru dengan klub. Pada April lalu, ia pernah mendapat sanksi disiplin setelah terlibat konfrontasi dengan penyerang muda Mateus Mane. Kini, dengan situasi yang semakin memanas, masa depannya di Molineux kian tidak menentu.
Bagi Peixoto, yang baru menggantikan Rob Edwards secara mengejutkan bulan lalu, insiden ini menjadi ujian pertama kepemimpinannya. Pelatih asal Portugal yang hanya sekali memperkuat timnas itu ditantang untuk mengelola krisis internal di tengah persiapan menatap musim baru di Championship. Target utamanya jelas: membawa Wolves kembali ke Premier League dalam satu musim.
Dari sudut pandang sepak bola Indonesia, kisruh ini mengingatkan pada pentingnya manajemen konflik antara pemain dan klub. Di Liga Indonesia, kasus serupa kerap terjadi ketika pemain bintang memaksakan diri hengkang di tengah kontrak. Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa komunikasi yang transparan dan penyelesaian cepat sangat dibutuhkan agar tidak mengganggu harmoni tim, terutama saat kompetisi baru akan dimulai.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Wolves akan tetap mempertahankan Arokodare atau akhirnya melepasnya ke Fiorentina atau Trabzonspor. Jika ia pergi, klub harus segera mencari pengganti yang mampu mengisi lini depan yang tumpul. Sementara itu, Peixoto harus menunjukkan otoritasnya untuk memastikan fokus tim tidak terganggu oleh satu pemain.



