BRI Tembus Peringkat 132 Bank Global Versi The Banker, Modal Inti Tembus US$17,9 Miliar
Baca dalam 60 detik
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menempati posisi ke-132 dalam daftar Top 1000 World Banks 2026 yang dirilis The Banker, mengungguli sejumlah bank besar Asia dan global.
- Modal inti (Tier 1 Capital) BRI mencapai US$17,9 miliar per Desember 2025, dengan total aset US$127,2 miliar dan laba sebelum pajak US$4,3 miliar, menunjukkan fundamental yang solid.
- Pencapaian ini memperkuat posisi BRI sebagai bank dengan fokus UMKM terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi indikator kepercayaan investor terhadap sektor perbankan Indonesia di tengah ketidakpastian global.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mengukuhkan diri sebagai salah satu bank terbesar di dunia setelah menduduki peringkat ke-132 dalam pemeringkatan Top 1000 World Banks 2026 yang diterbitkan oleh The Banker, sebuah publikasi keuangan global di bawah Financial Times Group. Pencapaian ini tidak hanya menempatkan BRI di jajaran raksasa perbankan seperti ICBC, JPMorgan, dan Bank of America, tetapi juga menegaskan daya saing sektor perbankan Indonesia di panggung internasional.
Peringkat ini menjadi sorotan karena The Banker telah menjadi tolok ukur utama industri perbankan global sejak pertama kali disusun pada 1970. Masuknya BRI ke dalam daftar tersebut menandakan pengakuan terhadap fundamental keuangan yang solid, terutama di tengah tekanan ekonomi global yang masih belum stabil. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam keterangan resmi pada Rabu (22/7/2026) menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti konsistensi perseroan dalam menjaga kesehatan kinerja dan kekuatan permodalan.
โPencapaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan,โ ujar Hery.
Kinerja positif BRI tidak lepas dari transformasi digital yang digencarkan melalui program BRIvolution Reignite. Menurut Hery, strategi ini bertumpu pada penguatan ekosistem digital, manajemen risiko yang disiplin, serta fokus pada penciptaan nilai berkelanjutan. โKekuatan fundamental yang terus kami bangun menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dengan kualitas aset yang tetap terjaga,โ tambahnya.
Bagi pasar Indonesia, pencapaian ini memiliki arti penting. Di tengah persaingan perbankan regional yang semakin ketat, posisi BRI sebagai bank dengan fokus utama pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) justru menjadi pembeda. Dengan total aset yang setara dengan lebih dari Rp 1.900 triliun (kurs Rp15.000/US$), BRI tidak hanya menjadi pemain dominan di dalam negeri, tetapi juga diperhitungkan secara global. Analis perbankan menilai bahwa pengakuan dari The Banker dapat meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap saham BBRI dan memperkuat daya tarik obligasi bank BUMN ini di pasar internasional.
Ke depan, BRI berencana memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan platform digital. Langkah ini diyakini akan mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan misi pemerintah untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Namun, tantangan tetap ada, terutama dari sisi tekanan kualitas aset akibat perlambatan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar. Apakah BRI mampu mempertahankan momentum ini dan menembus peringkat 100 besar dunia dalam beberapa tahun ke depan? Jawabannya akan bergantung pada sejauh mana transformasi digital dan manajemen risiko dapat berjalan beriringan.



