Polri Resmikan Kampus SMA Kemala Taruna Bhayangkara: Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Baca dalam 60 detik
- Wakapolri meresmikan pengurus harian dan meninjau kampus SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Bogor, yang telah menampung 297 siswa dari dua angkatan.
- Sekolah berstandar internasional ini mengadopsi kurikulum IB dan nasional, membekali siswa dengan AI, pemrograman, dan literasi digital.
- Inisiatif ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo untuk membangun SDM unggul dan pemimpin masa depan Indonesia.

Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam mencetak generasi pemimpin bangsa melalui kunjungan kerjanya ke Kampus SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Selasa (21/7). Momentum itu sekaligus digunakan untuk mengukuhkan Pengurus Harian Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB), sebuah langkah strategis yang disebut sebagai wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang pembangunan sumber daya manusia.
SMA KTB merupakan sekolah berasrama berstandar internasional yang digagas langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Meski kampus permanen belum diresmikan, sebanyak 297 siswa dari berbagai provinsi telah menempati asrama dan mengikuti proses pendidikan. Mereka terbagi dalam dua angkatan: 117 siswa angkatan pertama dan 180 siswa angkatan kedua, yang semuanya lolos seleksi ketat tingkat nasional. Angka ini menunjukkan animo tinggi masyarakat terhadap model pendidikan terpadu yang ditawarkan Polri.
Dalam kunjungannya, Wakapolri memantau langsung sejumlah aktivitas pembelajaran, mulai dari tes awal Matematika dan Bahasa Inggris, pembinaan karakter, latihan drumband, hingga kesiapan fasilitas kampus. Ia menekankan bahwa pembangunan SDM adalah investasi paling strategis bagi masa depan Indonesia. "Melalui SMA KTB, Polri ingin menghadirkan ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, menguasai IPTEK, dan siap menjadi pemimpin global," ujarnya dalam sambutan.
Kurikulum yang diterapkan menggabungkan standar IB dengan Kurikulum Nasional, plus pembekalan kemampuan berpikir kritis, riset, kolaborasi, kepemimpinan, serta penguasaan kecerdasan buatan (AI), pemrograman, dan literasi digital. Wakapolri menambahkan, sekolah ini bukan hanya kebanggaan Polri, melainkan kontribusi nyata bagi pendidikan nasional. "Kami ingin sekolah ini melahirkan calon pemimpin yang berintegritas, semangat pengabdian, wawasan global, namun tetap berakar pada Pancasila dan kebangsaan," tegasnya.
Pengukuhan pengurus harian LP-KTB diharapkan memperkuat tata kelola sekolah agar profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan manajemen yang kokoh, kurikulum berkelas dunia, dan fasilitas lengkap, SMA KTB ditargetkan menjadi pusat pendidikan unggulan terdepan di Indonesia. Pertanyaan yang mengemuka: apakah model sekolah asrama berbasis kedisiplinan Polri ini dapat direplikasi di daerah lain untuk mempercepat pencapaian target SDM unggul 2045?



