IHSG Cetak Rekor 9 Hari Hijau Beruntun: 5 Saham Rekomendasi Analis
Baca dalam 60 detik
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,74% ke 6.340,02 pada Selasa (21/7), mencatatkan kenaikan sembilan hari berturut-turut dengan dukungan investor asing yang membukukan net buy Rp360 miliar.
- Aksi korporasi besar seperti pinjaman US$300 juta BREN untuk proyek panas bumi dan rights issue FORU senilai Rp27 triliun menjadi katalis utama pergerakan saham sektor energi dan pertambangan.
- Analis merekomendasikan lima sahamโโBUMI, IRSX, RAJA, TPIA, PANIโโdengan target harga jangka pendek, namun investor tetap diminta waspada terhadap risiko dilusi dan fluktuasi pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan catatan impresif dengan menguat sembilan hari beruntun, ditutup di level 6.340,02 pada Selasa (21/7) atau naik 1,74% dalam sehari. Momentum ini tidak lepas dari aksi beli investor asing yang mencapai Rp360,21 miliar di pasar reguler, serta sentimen positif dari bursa global yang turut mendongkrak saham-saham berkapitalisasi besar.
Secara sektoral, energi menjadi primadona dengan lonjakan 3,48%, sementara sektor kesehatan justru tertekan 1,33%. Saham-saham seperti AMMN, DSSA, dan BBRI menjadi motor penggerak utama IHSG, sedangkan KLBF, FILM, dan HEAL membatasi kenaikan. Di pasar global, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq sama-sama menguat, memberikan angin segar bagi bursa Asia termasuk Indonesia.
Dari sisi korporasi, sejumlah aksi strategis mencuri perhatian. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melalui anak usahanya di Singapura, Star Energy Group Holdings, memperoleh fasilitas pinjaman US$300 juta dari Bangkok Bank. Dana ini akan mendanai proyek panas bumi Suoh Sekincau di Sumatera dan Hamiding di Maluku. Pinjaman ini setara 33,95% dari ekuitas BREN per FY2025, sehingga masuk kategori transaksi material. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) BREN tercatat membaik menjadi 3,21 kali pada kuartal I-2026.
PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) juga mengumumkan rencana perubahan pengendali. Suprajitno Sutomo menyampaikan Letter of Intent untuk mengakuisisi minimal 510 juta saham atau 51% dari modal ditempatkan. Transaksi ini akan diikuti penawaran tender wajib sesuai POJK No. 9/2018. Sementara itu, PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) berencana melakukan rights issue dengan menerbitkan 215,10 miliar saham baru di harga Rp126 per saham, berpotensi mengumpulkan dana Rp27,10 triliun. Sebagian besar danaโโ76,81%โโakan digunakan untuk mengakuisisi 49% saham Borneo Prima, perusahaan tambang batu bara kokas di Kalimantan Tengah dengan cadangan 87,7 juta ton.
Bagi investor ritel di Indonesia, aksi korporasi ini membuka peluang sekaligus risiko. Rights issue FORU misalnya, berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan hingga 99,78% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya. Di sisi lain, prospek energi panas bumi dan batu bara kokas tetap menarik di tengah transisi energi global. Analis pasar merekomendasikan lima saham untuk perdagangan jangka pendek: BUMI (buy 165-167, TP 170-173), IRSX (buy 306-310, TP 314-324), RAJA (buy 950-960, TP 970-1000), TPIA (buy 2230-2250, TP 2280-2330), dan PANI (buy 6475-6525, TP 6650-6800).
Dengan IHSG yang terus menguat, pertanyaan kuncinya adalah apakah momentum ini dapat bertahan di tengah ketidakpastian global dan aksi ambil untung? Investor disarankan mencermati fundamental emiten dan tidak terjebak euforia semata. Rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif, bukan ajakan bertransaksi.



