Rocco Reitz Targetkan Panggung Timnas Jerman Usai Gabung RB Leipzig
Baca dalam 60 detik
- Gelandang RB Leipzig, Rocco Reitz, menargetkan debut di timnas senior Jerman setelah musim panas ini pindah dari Borussia Mönchengladbach.
- Reitz diproyeksikan sebagai suksesor jangka panjang Xaver Schlager yang hengkang pada 2026, dengan ambisi membawa Leipzig bersaing di Liga Champions dan DFB-Pokal.
- Jadwal Bundesliga mempertemukan Leipzig dengan Gladbach di pekan pertama, memberi Reitz kesempatan emas melawan mantan klubnya.

Gelandang RB Leipzig, Rocco Reitz, tak hanya puas bermain di Liga Champions musim depan. Pemain berusia 24 tahun itu memasang target lebih tinggi: menembus skuad utama tim nasional Jerman. Ambisi itu ia sampaikan dalam sesi latihan pramusim Leipzig di Tegernsee, 21 Juli lalu, sembari menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi bagian dari generasi baru Die Mannschaft.
Reitz bergabung dengan Leipzig dari Borussia Mönchengladbach pada bursa transfer musim panas ini. Ia diproyeksikan menjadi pengganti jangka panjang Xaver Schlager, gelandang asal Austria yang memutuskan tidak memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2025/26. Kepindahan ini memberi Reitz panggung lebih besar, termasuk tampil di kompetisi antarklub tertinggi Eropa setelah Leipzig finis ketiga Bundesliga musim lalu.
"Kami tidak ingin hanya satu musim saja di Liga Champions. Kami ingin bertahan di sana," ujar Reitz dalam wawancara dengan media klub. Ia juga mengungkapkan keinginan melaju sejauh mungkin di DFB-Pokal, bahkan bermimpi tampil di partai final. Ambisi itu sejalan dengan target pribadinya: mencetak lebih banyak gol setelah rekor terbaiknya hanya enam gol semusim di Bundesliga.
Reitz belum pernah memperkuat timnas senior Jerman. Pengalaman internasionalnya baru sebatas level U-21, termasuk saat tampil di final Piala Eropa U-21 2025 yang berakhir kekalahan dari Inggris. Namun, ia tak ragu menyatakan bahwa panggilan timnas senior ada dalam daftar prioritasnya. "Saya pikir setiap pemain ingin membela tim nasional suatu saat nanti. Itu juga ada dalam daftar saya," katanya.
Jadwal Bundesliga musim 2025/26 menyajikan pertandingan spesial bagi Reitz. Pekan pertama, Leipzig akan menjamu Borussia Mönchengladbach — klub yang dibelanya sejak junior. "Itu pasti membuat saya tersenyum, tapi saya sangat menantikannya," ujar pemain kelahiran Duisburg itu. "Terutama untuk bertemu teman-teman lama, karena saya tidak sempat berpamitan dengan semua orang."
Bagi pengamat sepak bola Jerman, Reitz dianggap sebagai salah satu prospek gelandang paling menjanjikan. Dengan fisik kuat dan visi bermain yang baik, ia diharapkan mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Schlager. Namun, tantangan terbesarnya adalah konsistensi performa di level tertinggi. Jika mampu bersinar di Leipzig, bukan tidak mungkin pintu timnas Jerman akan segera terbuka untuknya.
Pertanyaan besarnya: bisakah Reitz mengulang jejak rekan setimnya, seperti Benjamin Henrichs atau David Raum, yang sukses menembus skuad utama Jerman setelah pindah ke Leipzig? Atau akankah ia hanya menjadi pemain pelapis di klub yang sarat bintang? Jawabannya akan mulai terlihat saat Leipzig menjalani laga perdana DFB-Pokal akhir Agustus nanti.



