Kaylee Hottle, Bintang Muda Godzilla vs. Kong, Tutup Usia di Kecelakaan Mobil
Baca dalam 60 detik
- Aktris tunarungu Kaylee Hottle (18) meninggal dalam kecelakaan tunggal di Maryland akibat kecepatan berlebih.
- Hottle dikenal lewat perannya sebagai Jia di Godzilla vs. Kong dan Godzilla X Kong: The New Empire, serta dinominasikan Saturn Award 2025.
- Kepergiannya menyisakan duka di industri film Hollywood dan komunitas tunarungu, mengingat ia berasal dari keluarga tunarungu multigenerasi.

Dunia perfilman Hollywood kembali berduka. Kaylee Hottle, aktris muda tunarungu yang membintangi film laga Godzilla vs. Kong dan sekuelnya, meninggal dunia pada usia 18 tahun akibat kecelakaan lalu lintas di Maryland, Amerika Serikat.
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh sang ayah, Joshua Hottle, melalui unggahan video di Facebook. Dalam pernyataan yang menggunakan bahasa isyarat Amerika (ASL), ia menulis, “Saya sedang menaiki penerbangan yang tidak pernah ingin saya naiki.” Joshua dan keluarga besar Hottle dikenal sebagai keluarga tunarungu multigenerasi, sehingga bahasa isyarat menjadi alat komunikasi utama mereka.
Menurut keterangan Kantor Sheriff Frederick County, kecelakaan terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.52 waktu setempat. Sebuah Honda Accord tahun 1995 yang dikemudikan pria berusia 19 tahun asal Frederick keluar dari jalur kanan jalan dua lajur dan menghantam gorong-gorong. “Kecepatan berlebih diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan,” demikian bunyi pernyataan resmi kepolisian. Hottle yang duduk di dalam kendaraan tersebut tidak selamat.
Kaylee Hottle pertama kali menarik perhatian publik saat memerankan Jia, seorang anak yatim piatu tunarungu yang menjalin ikatan emosional dengan Kong dalam Godzilla vs. Kong (2021). Karakternya menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan raja kera raksasa itu, sebuah sentuhan yang membuat film tersebut unik dan inklusif. Ia kembali memerankan tokoh yang sama dalam sekuel Godzilla X Kong: The New Empire (2024). Atas penampilannya di film kedua, Hottle meraih nominasi Saturn Award 2025 untuk kategori Best Younger Performer in a Film dari Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films.
Rekan mainnya, Alexander Skarsgård, pernah memuji profesionalisme Hottle dalam wawancara dengan Junkee pada 2021. “Ini film pertamanya, tapi luar biasa betapa nyamannya dia di depan kamera dan secepat apa dia menyerap arahan sutradara. Dia sangat profesional, ekspresi wajahnya kaya, dan detail-detail halusnya menarik untuk disaksikan,” ujar Skarsgård. Baik Skarsgård maupun Rebecca Hall dikabarkan belajar ASL agar bisa berkomunikasi langsung dengan Hottle di luar syuting.
Ucapan belasungkawa pun mengalir deras. Texas School for the Deaf, tempat Hottle menempuh pendidikan, menyampaikan duka melalui Instagram. “Hati kami bersama keluarga, teman, teman sekelas, dan semua yang mengenal serta menyayangi Kaylee di masa yang sangat berat ini,” tulis pihak sekolah. Hottle sendiri sempat menempuh pendidikan di sana sebelum karier aktingnya melejit.
Kepergian Kaylee Hottle tidak hanya meninggalkan luka bagi industri hiburan, tetapi juga bagi komunitas tunarungu yang melihatnya sebagai representasi dan inspirasi. Di tengah sorotan Hollywood yang mulai membuka pintu bagi aktor disabilitas, kabar ini menjadi pengingat betapa rapuhnya hidup dan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Pertanyaan yang kini mengemuka: siapa lagi yang akan meneruskan jejak inklusivitas yang telah ia rintis?



