Mengundurkan Diri karena Interaksi Tak Pantas, Faishal Ibrahim Dikenang sebagai Pemimpin Rendah Hati
Baca dalam 60 detik
- Associate Professor Muhammad Faishal Ibrahim mundur dari jabatan menteri dan anggota parlemen setelah Perdana Menteri Lawrence Wong menilai interaksinya dengan seorang perempuan melanggar standar etika.
- Tokoh komunitas Muslim dan warga Kembangan menyatakan keterkejutan, mengenang Faishal sebagai figur yang cepat tanggap, rendah hati, dan aktif dalam berbagai inisiatif sosial.
- Pengunduran diri ini meninggalkan kekosongan di dapil Marine Parade-Braddell Heights GRC, sementara warga yang masih memiliki urusan menanti kepastian pengganti.

Associate Professor Muhammad Faishal Ibrahim resmi meletakkan jabatan sebagai menteri dan anggota parlemen setelah Perdana Menteri Lawrence Wong menyatakan bahwa interaksinya dengan seorang perempuan tidak memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pejabat publik. Keputusan ini langsung mengguncang komunitas Muslim Singapura dan warga di daerah pemilihannya, Kembangan, yang selama ini mengenalnya sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.
Dalam pernyataan resminya, Wong menjelaskan bahwa sebagian besar interaksi Faishal dengan perempuan tersebut terjadi melalui pesan daring, dan beberapa pertemuan dilakukan di sela-sela acara publik. Meski demikian, tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus ini. Faishal, yang juga menjabat sebagai Senior Minister of State for Home Affairs, mengundurkan diri dari Partai Aksi Rakyat (PAP) pada hari yang sama.
Reaksi duka dan keterkejutan datang dari berbagai kalangan. Ustaz Muslim Amad, petugas penjangkauan komunitas di Masjid Abdul Gafoor, menyebut pengunduran Faishal sebagai "kejutan besar". Ia mencatat kontribusi Faishal dalam kampanye anti-narkoba Dadah Itu Haram yang diluncurkan pada 2017 serta perannya dalam Kelompok Rehabilitasi Agama (RRG) yang menangani ekstremisme. โSaya berharap inisiatif ini tetap berlanjut di bawah kepemimpinan Zaqy Mohamad,โ ujarnya.
Presiden Federasi Muslim India Singapura, Ahmed Meeran Mohamed Bilal, yang telah bekerja sama dengan Faishal selama lima tahun, menggambarkannya sebagai pribadi yang sopan, rendah hati, dan selalu mendukung kegiatan komunitas India-Muslim. โKetika saya menyampaikan masalah kurangnya madrasah bagi siswa India-Muslim, ia langsung berkoordinasi dengan MUIS untuk menyediakan ruang di masjid,โ kenang Bilal. Ia juga menyoroti peran Faishal dalam mengadakan dialog untuk meredakan ketegangan selama konflik Israel-Hamas.
Warga Kembangan yang ditemui CNA mengaku sulit percaya dengan berita ini. Fatimah Abdul Rahim, 64 tahun, yang pernah meminta bantuan Faishal untuk mengakses dana CPF sebelum usianya genap 65 tahun, merasa cemas. โDia sangat tulus dan mau mendengar. Sekarang saya khawatir dengan kasus saya yang masih tertunda,โ katanya. Noraini Saaudi, 59 tahun, mengingat bagaimana Faishal cepat merespons keluhan tentang pengendara sepeda di koridor flat orangtuanya dengan memasang rambu peringatan.
Namun, tidak semua warga memiliki kedekatan emosional dengan Faishal. Seorang warga yang telah tinggal di Kembangan selama 37 tahun mengaku hanya bertemu Faishal sebentar saat sesi temu warga. โAnda tidak bisa menilai seseorang hanya dari percakapan singkat. Saya tidak terlalu terpengaruh,โ ujarnya.
Relawan akar rumput dari Nee Soon GRC, tempat Faishal menjadi anggota parlemen sejak 2011 hingga 2025, mengaku terkejut. Benny Lian, mantan relawan di Nee Soon Central, menceritakan bahwa Faishal sangat berhati-hati dalam berinteraksi dengan perempuan, bahkan selalu meminta orang lain ikut serta saat berfoto dengan warga perempuan. โDia bukan tipe orang seperti itu,โ kata Lian dengan nada terisak.
Dalam pernyataan di Facebook, Faishal meminta maaf kepada warga dan pendukungnya. โSaya sangat menyesal telah mengecewakan mereka yang telah menaruh kepercayaan kepada saya. Saya harap Anda memahami keputusan saya untuk tidak berbicara lebih banyak demi menghormati privasi keluarga,โ tulisnya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterimanya selama ini.
Dengan mundurnya Faishal, empat anggota parlemen lainnya di Marine Parade-Braddell Heights GRC akan terus melayani warga Kembangan. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah pengganti Faishal mampu mempertahankan kedekatan dan responsivitas yang telah menjadi ciri khasnya? Atau justru insiden ini akan mengubah cara pandang publik terhadap standar etika pejabat di Singapura?



