Jatuh Cinta dengan AI: Korea Selatan Uji Batas Romantis dalam Reality Show Terbaru
Baca dalam 60 detik
- SBS meluncurkan 'My AI Partner: Strange Romance', reality show kencan pertama di dunia yang mempertemukan manusia dengan pasangan hasil kecerdasan buatan.
- Acara ini mengeksplorasi respons emosional manusia terhadap AI, dengan Kian84, selebritas pemenang penghargaan, sebagai peserta utama.
- Kehadiran program ini menandai tren baru di industri hiburan Korea yang mulai menggunakan AI sebagai alat eksperimen sosial, sekaligus membuka diskusi tentang masa depan hubungan manusia.

Stasiun televisi Korea Selatan, SBS, siap meluncurkan sebuah eksperimen sosial yang belum pernah ada sebelumnya: sebuah reality show kencan di mana para peserta bukan beradu jodoh dengan manusia lain, melainkan dengan pasangan yang sepenuhnya diciptakan oleh kecerdasan buatan (AI). Program bertajuk "My AI Partner: Strange Romance" ini dijadwalkan tayang perdana pada Agustus mendatang dan langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat industri hiburan global.
Konsep acara ini terbilang radikal. Para kontestan akan memasuki dunia yang dirancang oleh AI dan menjalin hubungan dengan "pasangan" virtual. SBS, dalam pernyataan resminya, mengungkapkan bahwa tujuan utama serial ini adalah untuk menguji apakah manusia benar-benar bisa jatuh cinta dengan entitas buatan, sekaligus mengamati bagaimana teknologi tersebut memproses emosi manusia. "Pihak lain mungkin adalah AI, tetapi emosi yang muncul selama proses tersebut sama sekali tidak asing," demikian bunyi pernyataan SBS, seraya menambahkan bahwa momen-momen tak terduga yang dihasilkan AI akan menjadi daya tarik utama.
Salah satu peserta yang paling dinantikan adalah Kim Hee-min, yang lebih dikenal dengan nama pena Kian84. Pria berusia 41 tahun ini bukanlah wajah baru di layar kaca Korea. Ia adalah seorang webtoonist terkenal di balik karya-karya hits seperti "Fashion King" dan "Bokhak Wang", serta telah menjadi bintang tetap di berbagai acara varietas populer seperti "Home Alone" dan "Adventure by Accident". Puncak kariernya terjadi pada 2023 ketika ia memenangkan penghargaan utama di MBC Entertainment Awards, menjadikannya orang pertama di luar kalangan selebritas murni yang meraih penghargaan tertinggi tersebut. Namun, dalam proyek ini, SBS menjanjikan sisi Kian84 yang lebih rentan dan belum pernah terlihat sebelumnya. Reaksi jujurnya saat berinteraksi dengan pasangan AIโantara kegembiraan dan kehati-hatian, antisipasi dan kekecewaanโakan direkam tanpa filter.
Format acara ini tidak hanya berfokus pada para peserta. Sebuah panel studio yang terdiri dari komedian Jang Do-yeon, penyanyi Kangnam, dan aktor-penyanyi Lee Joon akan memberikan komentar. Menariknya, Jang Do-yeon juga ikut ambil bagian dalam eksperimen tersebut, sehingga ia dapat memberikan perspektif ganda: sebagai partisipan dan pengamat. Sementara itu, Netflix telah mengonfirmasi akan menayangkan serial ini secara global, meskipun daftar kontestan lengkap dan tanggal pasti penayangan masih dirahasiakan.
Langkah SBS ini tidak bisa dilepaskan dari persaingan ketat di industri reality show Korea. Untuk keluar dari keramaian, para kreator terus mendorong batas-batas genre. Sebelumnya, telah hadir program seperti "The Child Release Project: Cohabitation Blind Dates" yang mempertemukan orang tua dan anak dewasa mereka dalam pencarian jodoh, atau "Chain Reaction" dari Coupang Play yang secara harfiah merantai para kontestan bersama. Bahkan, pada Juni lalu, Korea menayangkan serial kencan biseksual pertama mereka. Di tengah tren ini, "My AI Partner" menawarkan nilai lebih: ia tidak hanya menjadi tontonan menghibur, tetapi juga menjadi wahana untuk menggali isu-isu sosial, khususnya tentang implikasi AI dalam hubungan antarmanusia.
Bagi penonton Indonesia, fenomena ini memantik pertanyaan menarik. Di tengah penetrasi internet yang tinggi dan budaya K-Pop yang kuat, apakah format serupa akan menemukan pasar di sini? Beberapa platform streaming lokal sudah mulai bereksperimen dengan konten interaktif, namun belum ada yang berani menyentuh tema hubungan romantis dengan AI. Jika sukses di Korea dan global, bukan tidak mungkin produsen konten Indonesia akan melirik format ini, mengingat demografi anak muda yang melek teknologi dan haus akan tontonan baru. Namun, tantangan terbesarnya adalah kesiapan audiens untuk menerima gagasan bahwa cinta bisa hadir dari algoritma. Akankah "My AI Partner" menjadi awal dari era baru percintaan manusia, atau sekadar gimmick televisi semata? Jawabannya akan mulai terungkap dalam beberapa minggu ke depan.



