Tottenham Rekrut Bek Prancis Alice Sombath, Rekor Transfer Wanita Pecah
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengamankan jasa bek Prancis Alice Sombath dari Olympique Lyonnais dengan nilai transfer yang dilaporkan memecahkan rekor klub.
- Sombath, 22 tahun, membawa pengalaman 106 penampilan dan lima gelar liga Prancis, serta satu trofi Liga Champions Wanita.
- Kedatangan Sombath menandai ambisi Spurs di Women's Super League dan bisa menjadi sinyal bagi klub Asia, termasuk Indonesia, untuk berinvestasi lebih besar di sepak bola wanita.

Tottenham Hotspur resmi mendatangkan bek timnas Prancis, Alice Sombath, dari Olympique Lyonnais pada Selasa (21/7). Transfer ini tidak hanya memperkuat lini pertahanan Spurs, tetapi juga disebut-sebut sebagai pembelian termahal dalam sejarah klub London Utara tersebut.
Meski kedua klub enggan mengungkap angka pasti, media Inggris melaporkan bahwa nilai transfer Sombath melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Signe Gaupset, yakni ยฃ375.000 (sekitar Rp7,2 miliar). Langkah ini menunjukkan keseriusan Tottenham dalam membangun skuad kompetitif di Women's Super League (WSL), liga yang semakin ketat persaingannya.
Sombath, yang baru berusia 22 tahun, telah mengoleksi 106 penampilan bersama Lyonnes di semua kompetisi. Selama membela klub asal Prancis itu, ia sukses meraih lima gelar Premiรจre Ligue secara beruntun serta trofi Liga Champions Wanita musim 2021-2022. Di level internasional, ia telah mencatatkan 16 caps untuk Les Bleues sejak debut seniornya pada 2024.
Dalam pernyataan resminya, Sombath mengaku antusias menghadapi tantangan baru di Inggris. "Saya pikir liga ini sangat kompetitif, setiap pertandingan berat, dan itulah yang paling membuat saya bersemangat," ujarnya. Ia juga menyebut WSL sebagai salah satu liga terbaik di dunia yang selalu ingin ia coba.
Bagi sepak bola wanita Indonesia, langkah Tottenham ini bisa menjadi contoh bagaimana investasi pada pemain muda berkaliber internasional mampu mendongkrak daya saing klub. Meskipun jarak dengan Eropa masih jauh, transfer semacam ini membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara untuk menembus pasar global, asalkan didukung pembinaan usia dini dan kompetisi domestik yang profesional.
Dengan tambahan amunisi baru, Tottenham diprediksi akan lebih percaya diri menghadapi musim depan. Pertanyaannya, mampukah Sombath beradaptasi cepat dengan gaya permainan Inggris dan membawa Spurs bersaing di papan atas WSL? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



