Malaysia Terbitkan 63.475 Paspor Baru dalam Tiga Pekan, Keamanan Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Lebih dari 60.000 paspor internasional Malaysia versi terbaru telah diterbitkan sejak 1 Juli 2025, dengan total mencapai 63.475 unit.
- Paspor anyar ini mengusung 94 fitur keamanan, hampir dua kali lipat dari versi sebelumnya yang hanya 49 fitur, termasuk hologram dan pencetakan UV.
- Langkah ini merupakan bagian dari upaya Malaysia memperkuat keamanan dokumen identitas nasional sejalan dengan status paspornya yang masuk jajaran terkuat dunia.

CYBERJAYA โ Sebanyak 63.475 paspor internasional Malaysia versi terbaru telah diterbitkan di seluruh negeri sejak diluncurkan pada 1 Juli lalu, menandai langkah signifikan dalam modernisasi dokumen perjalanan negara tersebut.
Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia, Datuk Zakaria Shaaban, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah memasuki fase ketiga implementasi. Beberapa kantor imigrasi sudah mulai melayani permohonan paspor model baru ini, yang rencananya akan digulirkan secara bertahap ke 71 kantor di seluruh Malaysia.
โSaat ini kami berada di fase ketiga. Sejumlah kantor kami telah menerbitkan paspor versi baru,โ ujar Zakaria usai menghadiri perayaan Hari Imigrasi ke-104 di Cyberjaya, Selasa (21/7).
Paspor anyar ini hadir dengan peningkatan drastis pada aspek keamanan. Jika versi sebelumnya hanya memiliki 49 elemen pengaman, kini jumlahnya melonjak menjadi 94 elemen. Fitur-fitur tersebut mencakup elemen holografik, pencetakan ultraviolet (UV), elemen visual tersembunyi, serta fitur keamanan forensik khusus yang membuatnya jauh lebih sulit dipalsukan.
Menurut Zakaria, peningkatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk memperkuat keamanan dokumen identitas nasional. Langkah ini sejalan dengan status paspor Malaysia yang dinobatkan sebagai salah satu paspor terkuat di dunia berdasarkan akses bebas visa ke berbagai negara.
Malaysia termasuk negara paling awal yang memperkenalkan sistem e-paspor, yakni pada tahun 1998. Kini, dengan mengadopsi teknologi keamanan terkini, paspor baru ini memenuhi standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Selain hologram dan pencetakan UV, dokumen ini juga dilengkapi gambar laten dan pola guilloche yang rumit.
Bagi Indonesia, langkah Malaysia ini menjadi pengingat akan pentingnya inovasi dalam dokumen perjalanan. Sebagai negara tetangga dengan volume perjalanan lintas batas yang tinggi, Indonesia juga terus berupaya meningkatkan keamanan paspor, meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai penambahan fitur keamanan secara massif seperti yang dilakukan Malaysia.
Ke depannya, publik akan mengamati sejauh mana efektivitas fitur-fitur baru ini dalam menekan angka pemalsuan paspor, yang selama ini menjadi tantangan di kawasan Asia Tenggara. Apakah langkah Malaysia ini akan diikuti oleh negara-negara ASEAN lainnya?



