TSMC Siap Naikkan Harga Cip hingga 10% pada 2027, Biaya Produksi Melonjak
Baca dalam 60 detik
- TSMC akan menaikkan harga pembuatan cip 5–10% mulai 2027 untuk menutup kenaikan biaya material, peralatan, dan pabrik luar negeri.
- Kenaikan tertinggi (10%) dikenakan pada teknologi mature-node seperti 12-nm, 16-nm, dan 28-nm, yang banyak digunakan di industri otomotif dan IoT.
- Langkah ini berpotensi mendorong kenaikan harga chip global, mempengaruhi rantai pasok elektronik Indonesia yang bergantung pada impor semikonduktor.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), raksasa pengecoran cip terbesar di dunia, berencana menaikkan harga jasa pembuatan cip hingga 10 persen mulai tahun 2027. Langkah ini diambil untuk mengimbangi lonjakan biaya bahan baku, peralatan manufaktur, serta pembangunan pabrik di luar negeri yang kian membengkak.
Menurut laporan Nikkei Asia yang mengutip sejumlah sumber, kenaikan harga dasar bervariasi antara 5 hingga 10 persen, tergantung pada jenis pelanggan dan produk. Kenaikan tertinggi sebesar 10 persen akan diterapkan pada produksi dengan teknologi mature-node, yakni proses 12-nm, 16-nm, dan 28-nm. Teknologi ini banyak digunakan untuk chip otomotif, perangkat Internet of Things (IoT), dan komponen elektronik konsumen yang tidak memerlukan transistor paling mutakhir.
Negosiasi antara TSMC dan para pelanggannya telah dimulai pada Juni lalu dan rampung pada Juli. Harga baru akan mulai berlaku pada awal 2027. Meski demikian, TSMC enggan berkomentar secara spesifik mengenai perubahan harga. Seorang juru bicara perusahaan hanya menyatakan, "Strategi penetapan harga kami bersifat strategis, bukan oportunistik. Kami akan terus bekerja sama erat dengan pelanggan dan menjual nilai tambah kepada mereka."
CEO TSMC, C.C. Wei, pada Juni lalu mengindikasikan keinginan untuk menaikkan harga. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan menghindari kenaikan harga mendadak seperti yang dilakukan beberapa produsen memori. Pernyataan ini muncul di tengah kinerja keuangan TSMC yang gemilang. Pekan lalu, perusahaan yang dianggap sebagai barometer permintaan chip kecerdasan buatan (AI) itu melaporkan laba kuartal kedua yang melonjak 77 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, mencapai rekor T$706,6 miliar atau sekitar US$22 miliar.
Kenaikan harga TSMC berpotensi mengguncang rantai pasok semikonduktor global, termasuk Indonesia. Negara ini masih sangat bergantung pada impor chip untuk memenuhi kebutuhan industri elektronik, otomotif, dan telekomunikasi. Jika TSMC—yang menguasai lebih dari setengah pasar pengecoran cip global—menaikkan harga, maka biaya produksi berbagai perangkat elektronik di Indonesia berpotensi ikut naik. Produsen lokal seperti pabrikan smartphone, perangkat rumah tangga, dan komponen kendaraan bermotor harus bersiap menghadapi tekanan biaya baru.
Kenaikan harga mature-node menjadi perhatian khusus karena teknologi tersebut banyak digunakan di sektor otomotif. Indonesia sebagai basis produksi otomotif regional bisa merasakan dampaknya dalam bentuk kenaikan harga mobil atau komponen. Selain itu, industri IoT yang sedang berkembang di Tanah Air juga akan terimbas karena chip-chip tersebut menjadi tulang punggung konektivitas perangkat pintar.
Langkah TSMC ini juga mencerminkan tren kenaikan biaya produksi semikonduktor secara global. Pembangunan pabrik baru di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman membutuhkan investasi miliaran dolar, sementara harga peralatan litografi mutakhir terus meroket. TSMC tampaknya memilih untuk membebankan sebagian kenaikan biaya tersebut kepada pelanggan, alih-alih menekan margin keuntungan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah sejauh mana pelanggan TSMC—termasuk raksasa teknologi seperti Apple, Nvidia, dan AMD—akan menyerap kenaikan harga ini atau meneruskannya ke konsumen akhir. Jika diteruskan, harga smartphone, laptop, dan mobil listrik di Indonesia bisa mengalami kenaikan dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Sementara itu, TSMC tetap optimistis bahwa strategi penetapan harga yang "strategis" akan menjaga hubungan jangka panjang dengan klien tanpa mengorbankan pertumbuhan bisnis.



