Manchester United Incar Iliman Ndiaye: Solusi Sayap Kanan atau Sekadar Pelengkap?
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan tertarik merekrut Iliman Ndiaye dari Everton dengan banderol sekitar £69 juta, menyusul performa impresif pemain Senegal itu sebagai penggiring bola ulung.
- Ndiaye, yang digambarkan sebagai perpaduan gaya bermain Amad dan Mbeumo, dinilai bisa menjadi opsi baru di sayap kanan yang tengah mengalami penurunan performa.
- Kesepakatan ini masih terganjal situasi Marcus Rashford, sementara bursa transfer musim panas ini menunjukkan tren harga yang semakin melambung.

Manchester United kembali dikaitkan dengan perburuan pemain sayap setelah kabar ketertarikan terhadap bintang Everton, Iliman Ndiaye, mencuat. Pemain berusia 26 tahun itu disebut-sebut sebagai target yang diincar oleh manajemen klub, meski negosiasi masih terhambat oleh situasi kontrak Marcus Rashford.
Menurut jurnalis transfer Fabrizio Romano, United memang memantau Ndiaye, tetapi belum mengambil langkah konkret karena prioritas masih tertuju pada masa depan Rashford. "Mereka menyukainya, tapi belum ada progres. Banyak klub lain juga sudah menghubungi, termasuk Aston Villa," ujar Romano di kanal YouTube-nya. Everton sendiri membanderol Ndiaye dengan harga selangit, sekitar £69 juta, mengingat peran krusialnya di bawah asuhan David Moyes.
Ndiaye bukanlah nama asing di Premier League. Sejak kembali ke Inggris bersama Everton, ia mencatatkan sembilan gol dan assist di liga musim lalu, serta sembilan gol pada musim sebelumnya. Namun, daya tarik utamanya terletak pada kemampuannya membawa bola—rata-rata 2,3 dribel sukses per pertandingan pada 2025/26, hanya kalah dari Jeremy Doku milik Manchester City. Gaya bermainnya yang lincah, dengan pusat gravitasi rendah dan kecepatan, mengingatkan pada Eden Hazard di masa jayanya.
Mantan striker United, Louis Saha, bahkan memuji Ndiaye sebagai "perpaduan antara Amad dan Mbeumo". Ia memiliki kualitas membawa bola seperti Amad, sekaligus naluri mencetak gol seperti Mbeumo. Hal ini membuatnya kandidat ideal untuk mengisi sisi kanan serangan Setan Merah, yang musim lalu dihuni oleh Amad dan Mbeumo dengan performa naik-turun.
Amad, yang sempat bersinar di bawah Ruben Amorim dengan raihan dua digit gol dan assist, mengalami penurunan tajam pada 2026. Hanya satu kontribusi gol pasca-Piala Afrika menjadi catatan minor. Sementara Mbeumo, yang didatangkan dengan harga £65 juta setahun lalu, justru lebih sering tampil sebagai striker ketimbang sayap kanan. Ketidakstabilan ini membuka celah bagi kedatangan pemain baru.
Di sisi lain, bursa transfer musim panas ini menunjukkan inflasi harga yang ekstrem. Manchester City mengeluarkan £116 juta untuk Elliot Anderson, sementara Chelsea hampir merampungkan transfer Morgan Rogers senilai £117 juta. Dalam konteks ini, United tampak lebih berhati-hati, belum ada pembelian marquee seperti musim lalu saat mereka mendatangkan Matheus Cunha dan Mbeumo.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan United di bursa transfer selalu menarik dicermati, mengingat basis penggemar klub ini sangat besar di Tanah Air. Jika Ndiaye jadi direkrut, ia akan bersaing dengan Amad dan Mbeumo untuk posisi sayap kanan, atau bahkan bisa menjadi opsi di sisi kiri. Namun, dengan harga selangit dan persaingan ketat, mampukah INEOS menyelesaikan kesepakatan ini di tengah pasar yang kian gila?
Pertanyaan besarnya: apakah Ndiaye akan menjadi solusi jangka panjang atau sekadar pelengkap di skuad yang sedang dalam transisi? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti—bursa transfer musim panas ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.



