Aonishiki Kian Dekat ke Ozeki Usai Taklukkan Yokozuna Hoshoryu
Baca dalam 60 detik
- Pegulat Ukraina Aonishiki mengalahkan yokozuna Hoshoryu dan kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk kembali ke pangkat ozeki di turnamen sumo Nagoya.
- Aonishiki yang sempat cedera dan turun pangkat, menunjukkan performa impresif dengan menaklukkan dua yokozuna berturut-turut.
- Persaingan puncak klasemen semakin ketat dengan Kotoeiho juga mengantongi rekor 9-1, sementara Kirishima masih berpeluang naik ke yokozuna.

Sekiwake Aonishiki sukses menjungkalkan yokozuna Hoshoryu pada hari kesepuluh Turnamen Grand Sumo Nagoya, Selasa (21/7), membuatnya hanya berjarak satu kemenangan dari promosi kembali ke pangkat ozeki. Pegulat asal Ukraina itu kini berbagi puncak klasemen dengan Kotoeiho, pegulat kelas menengah yang juga mencatat rekor 9-1.
Aonishiki (9-1) tampil luar biasa meski dalam kondisi tidak prima. Ia absen di turnamen musim panas Mei karena cedera pergelangan kaki kiri, dan baru saja mengalami cedera jempol kaki pada hari Minggu. Namun, kelincahannya tetap menjadi senjata utama. Sehari setelah mengalahkan yokozuna Onosato, Aonishiki kembali menunjukkan dominasi dengan teknik lemparan atas yang merobohkan Hoshoryu (6-4) di IG Arena Nagoya.
Kemenangan ini sangat krusial bagi Aonishiki. Setelah mencatat rekor negatif di turnamen musim semi Maret dan absen di Mei, ia turun pangkat ke sekiwake. Namun, dengan meraih 10 kemenangan di bulan ini, ia bisa kembali ke ozeki. Saat ini ia sudah mengantongi sembilan kemenangan, dan satu kemenangan lagi sudah cukup untuk memastikan promosi.
Di sisi lain, Kotoeiho (9-1) menunjukkan refleks cepat saat mengalahkan Abi (5-5). Abi sempat menampar wajah Kotoeiho dan melompat ke kiri, tetapi Kotoeiho berhasil mengelak dan menjatuhkan lawannya dengan teknik sapuan lutut. Sementara itu, yokozuna Onosato (6-4) tetap agresif dan mengalahkan Daieisho (6-4) dengan dorongan ke belakang.
Perhatian juga tertuju pada Kirishima (8-2) yang masih menjaga asa promosi ke yokozuna. Ozeki ini tampil dominan dengan menjaga posisi tubuh rendah saat melawan Hakunofuji (7-3), lalu mencengkeram sabuk lengan kanan dan mendorong keluar lawannya. Setelah mencatat 12-3 di turnamen musim panas Mei, Kirishima membutuhkan hasil setara juara di bulan ini untuk naik ke pangkat tertinggi.
Persaingan gelar semakin menarik karena Shishi (8-2) justru terpental setelah kalah dari Asahakuryu (3-7). Sementara itu, dua mantan ozeki, Takayasu dan Asanoyama, sama-sama mengamankan rekor kemenangan (8-2). Takerufuji, mantan peraih Piala Kaisar seperti Asanoyama, juga mencapai rekor positif di divisi makuuchi setelah kembali dari cedera.
Di sisi lain, ozeki kadoban Kotozakura (5-5) masih berjuang menghindari degradasi. Ia berhasil mengalahkan komusubi Oho (1-9) dengan teknik lemparan, tetapi masih membutuhkan tiga kemenangan lagi dari lima pertandingan tersisa untuk mempertahankan pangkatnya. Jika gagal, ia akan turun pangkat ke sekiwake.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, turnamen ini menarik karena menunjukkan bahwa cedera bukanlah akhir segalanya. Aonishiki membuktikan bahwa pemulihan yang tepat dan mental baja bisa membawa seorang pegulat kembali ke puncak. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan momentum dan merebut kembali pangkat ozeki? Atau justru Kotoeiho yang akan menjadi kejutan dengan gelar juara pertamanya?



