IHSG Menguat 8 Hari Beruntun: Level 6.300 Kian Terjangkau, Sektor Perbankan Jadi Motor
Baca dalam 60 detik
- IHSG mencatat reli delapan hari berturut-turut dengan kenaikan 6,1% sejak 9 Juli 2026, didorong saham perbankan dan aliran dana asing.
- S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di BBB/stabil, membantah rumor penurunan peringkat dan memperkuat sentimen pasar.
- Bank Indonesia melonggarkan aturan NDF offshore untuk dealer utama, langkah yang diapresiasi investor asing dan turut mendorong penguatan saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melanjutkan reli delapan hari beruntun, mendekati level psikologis 6.300 yang dinantikan pelaku pasar. Dalam sepekan terakhir, indeks acuan bursa saham Indonesia ini melesat lebih dari 6% dan mencatatkan penguatan tercepat sepanjang tahun 2026.
Data perdagangan menunjukkan, sejak awal Juli, IHSG telah menguat lebih dari 9%, dengan hanya satu hari penurunan pada 8 Juli. Momentum ini didorong oleh aksi beli yang merataโ421 saham ditutup hijau dalam sesi terakhir, jauh melampaui 220 saham yang melemah. Kondisi ini mengindikasikan partisipasi pasar yang sehat, tidak hanya bergantung pada saham berkapitalisasi besar.
Analis menilai, level support 6.200 menjadi kunci. Selama IHSG bertahan di atasnya, target berikutnya di 6.250โ6.300 sangat mungkin tercapai. Indeks juga masih berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek (9-day WMA), menandakan momentum bullish masih kuat.
Dua faktor utama menjadi pendorong reli ini. Pertama, keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB (jangka panjang) dan A-2 (jangka pendek) dengan outlook stabil. Keputusan yang dirilis 13 Juli itu membantah rumor penurunan peringkat yang sempat meresahkan pasar. S&P menilai tekanan fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara dan akan membaik seiring pemulihan harga komoditas serta disiplin fiskal pemerintah.
Kedua, pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam CNBC Indonesia Investment Forum 2026 turut menjadi katalis positif. Destry mengungkapkan bahwa BI telah masuk ke pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore sejak April 2026 untuk stabilisasi rupiah, dan memberikan pengecualian larangan transaksi NDF jual valas bagi dealer utama tertentu. Langkah ini dinilai memberikan kepastian bagi investor asing bahwa bank-bank Indonesia tidak akan terbebani kerugian BI dalam skema stabilisasi.
"Gara-gara acara CNBC Investment Forum kemarin itu! Finally investor asing mendengar senior deputy governor berbicara sendiri tentang menjamin bank-bank Indonesia tidak menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi rupiah," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.
Saham-saham perbankan menjadi motor utama reli. BBRI melonjak 8,4% menembus level psikologis 3.000, BBCA menguat 6,6% ke 6.100, BMRI naik 5,5% mendekati 4.500, dan BBNI bertambah 4,7% menuju resistance 3.600. Dengan bobot dominan keempat emiten ini di IHSG, penguatan sektor perbankan hampir menjamin laju indeks terus positif dalam jangka pendek.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada kemampuan IHSG menembus level 6.300 dan bertahan di atasnya. Jika aliran dana asing terus berlanjut dan data ekonomi domestik tetap solid, bukan tidak mungkin reli ini masih memiliki ruang untuk berlanjut. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi teknis setelah penguatan yang terlalu cepat.



