Tottenham Siap Lepas Solanke, Incar 'Lewandowski Baru' dari Hoffenheim
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan tengah menjajaki opsi transfer penyerang Hoffenheim, Fisnik Asllani, sebagai alternatif mahalnya Eli Junior Kroupi.
- Asllani, yang dijuluki 'young Robert Lewandowski', dinilai memiliki keunggulan dalam mobilitas dan penyelesaian akhir dibandingkan Dominic Solanke yang dianggap terbatas.
- Langkah ini menjadi sinyal bahwa Spurs serius memperkuat lini depan setelah musim lalu Solanke kerap cedera dan hanya mencetak tiga gol di Premier League.

Tottenham Hotspur kembali bergerak di bursa transfer. Setelah menghabiskan lebih dari £200 juta untuk mendatangkan Jan Paul van Hecke, Mateus Fernandes, dan Sandro Tonali, klub London Utara itu kini mengincar penyerang anyar. Dominic Solanke, yang didatangkan musim panas lalu sebagai penerus Harry Kane, mulai diragukan kemampuannya memimpin lini depan. Manajemen Spurs dilaporkan telah melakukan pendekatan awal kepada Hoffenheim untuk merekrut Fisnik Asllani, striker muda asal Kosovo yang disebut-sebut sebagai 'versi muda Robert Lewandowski'.
Keputusan ini tak lepas dari performa Solanke yang inkonsisten. Meski sempat mencetak 16 gol di musim perdananya, penyerang 28 tahun itu mengalami cedera panjang pada 2024/25 dan hanya mampu membukukan tiga gol dari 15 laga Premier League. Angka tersebut jelas tak sebanding dengan ekspektasi setelah kepergian Kane. Spurs yang musim lalu finis di peringkat 17 membutuhkan mesin gol yang lebih tajam untuk kembali bersaing di papan atas.
Opsi utama Tottenham sebenarnya adalah Eli Junior Kroupi dari Bournemouth. Remaja Prancis itu memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang mencetak 13 gol di musim debut Premier League. Namun, Bournemouth membanderolnya dengan harga sekitar £85 juta, angka yang dinilai terlalu mahal. Alhasil, Spurs mulai melirik Asllani yang diperkirakan jauh lebih terjangkau. Menurut laporan TEAMtalk, klub sudah melakukan enquiry resmi untuk mengetahui kemungkinan transfer.
Asllani bukanlah nama yang sepopuler Kroupi, tapi profilnya menarik. Dengan tinggi 191 cm, ia memiliki postur fisik yang kuat namun tetap lincah. Scout anonim yang dikenal sebagai Secret Scout membandingkan gayanya dengan Lewandowski muda, terutama dalam hal first touch yang halus dan kemampuan membawa bola. Asllani juga versatile—bisa bermain sebagai striker murni, second striker, atau sayap kiri. Kemampuan ini membuatnya lebih dinamis dibanding Solanke yang dinilai kurang agresif dalam menekan pertahanan lawan dan kerap gagal dalam duel bola atas.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik dicermati. Klub-klub Eropa kini semakin berani merekrut pemain dari liga-liga alternatif seperti Bundesliga, bukan hanya dari Premier League atau La Liga. Ini membuka peluang bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, untuk menembus klub papan atas jika memiliki kualitas sepadan. Selain itu, pendekatan Spurs yang lebih rasional dalam berburu pemain muda potensial dengan harga terjangkau bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 yang kerap boros di bursa transfer.
Meski demikian, Asllani masih dianggap sebagai proyek jangka panjang. Ia belum terbukti di panggung Premier League yang keras. Namun, seperti diungkapkan analis, Spurs justru membutuhkan elemen kejutan di lini depan—sesuatu yang tidak dimiliki Solanke. Jika transfer ini terealisasi, Tottenham tidak hanya mendapatkan penyerang masa depan, tetapi juga sinyal bahwa mereka serius membangun ulang skuad tanpa harus menguras anggaran secara berlebihan.
Pertanyaan besarnya: mampukah Asllani beradaptasi dengan cepat dan menjadi andalan baru Spurs, atau akankah ia bernasib seperti Solanke yang tenggelam di bawah bayang-bayang Kane? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun langkah ini setidaknya menunjukkan bahwa Tottenham tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.



