PM Takaichi Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Inggris di Bawah Kepemimpinan Andy Burnham
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyambut PM Inggris yang baru, Andy Burnham, dengan komitmen memperluas kerja sama bilateral di berbagai bidang.
- Jepang dan Inggris sepakat untuk bersama-sama mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, sebagai respons terhadap pengaruh China yang semakin besar.
- Proyek jet tempur generasi berikutnya antara Jepang, Inggris, dan Italia terus berlanjut, menandakan eratnya hubungan pertahanan kedua negara.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kesiapannya untuk memperdalam hubungan bilateral dengan Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham yang baru dilantik. Dalam unggahan di platform X, Takaichi menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan Burnham guna memperkuat kemitraan strategis global di berbagai sektor.
Burnham, yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, resmi menjadi perdana menteri setelah memenangkan pemilihan ketua Partai Buruh pekan lalu. Ia menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri menyusul kekalahan telak partainya dalam pemilihan lokal Mei lalu. Takaichi memuji rekam jejak Burnham dalam reformasi pelayanan publik dan yakin ia akan memimpin Inggris dengan kepemimpinan yang tangguh.
Dalam pernyataan resmi, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menekankan bahwa kedua negara akan menghadapi tantangan global bersama, termasuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Visi ini, yang digagas Jepang, dipandang sebagai upaya untuk mengimbangi pengaruh China yang kian dominan di kawasan. Kihara juga mengonfirmasi kelanjutan proyek pengembangan jet tempur generasi berikutnya bersama Inggris dan Italia, yang ditargetkan rampung pada 2035.
Bagi Indonesia, penguatan hubungan Jepang-Inggris ini memiliki implikasi langsung. Sebagai sesama negara di Indo-Pasifik, Indonesia berkepentingan terhadap stabilitas kawasan dan keseimbangan kekuatan. Kerja sama pertahanan Jepang-Inggris dapat mempengaruhi dinamika keamanan regional, termasuk di Laut China Selatan. Selain itu, proyek jet tempur bersama berpotensi membuka peluang bagi industri pertahanan Indonesia jika nantinya ada kerja sama transfer teknologi.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa langkah Takaichi ini merupakan sinyal bahwa Jepang ingin mempertahankan aliansi strategisnya dengan negara-negara Barat di tengah ketegangan dengan China. Burnham, yang dikenal sebagai politisi moderat, diharapkan dapat menjaga kontinuitas kebijakan luar negeri Inggris yang pro-Atlantik dan pro-Indo-Pasifik.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana Burnham akan melanjutkan kebijakan Starmer yang cenderung hawkish terhadap China, atau justru mengambil pendekatan yang lebih pragmatis. Bagi Jepang, konsistensi mitra sangat penting untuk menjaga momentum kerja sama di bidang pertahanan dan ekonomi.



