Ledakan Rumah Grand Polonia: Satu Tewas, Tiga Masih Hilang
Baca dalam 60 detik
- Tim SAR menemukan satu korban meninggal di reruntuhan ledakan rumah di Medan, sementara tiga orang masih dalam pencarian.
- Ledakan dahsyat di Perumahan Grand Polonia merobohkan bangunan tiga lantai dan merusak rumah serta kendaraan di sekitarnya.
- Dugaan awal penyebab ledakan adalah kebocoran gas dari pipa bawah tanah, masih dalam penyelidikan polisi.

Tim gabungan pencarian dan pertolongan menemukan satu korban meninggal dunia di bawah puing-puing rumah yang meledak di Perumahan Grand Polonia, Medan, Selasa (21/7) dini hari. Korban dievakuasi setelah proses penyisakan yang berlangsung sejak Senin sore, menyusul ledakan hebat yang meratakan bangunan tiga lantai tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi jasad korban ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB di bawah timbunan material bangunan. "Korban dalam kondisi meninggal dan telah dibawa ke RS Bhayangkara. Identitas masih diverifikasi," ujarnya. Operasi pencarian masih berlanjut untuk tiga orang lain yang diduga masih tertimbun.
Ledakan terjadi pada Senin (20/7) pukul 15.30 WIB di rumah nomor 3B. Kekuatan ledakan sangat dahsyat, menyebabkan struktur bangunan runtuh total. Tak hanya itu, tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah ikut tertimpa reruntuhan, dan sejumlah rumah tetangga mengalami kerusakan akibat gelombang kejut.
Berdasarkan data sementara, tujuh orang berada di lokasi saat kejadian. Empat orang selamat, yaitu Jeavelin (2 tahun), Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir. Tim SAR mengerahkan peralatan urban search and rescue, termasuk drone thermal dan alat ekstrikasi, untuk mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan.
Penyebab ledakan masih diselidiki kepolisian dan instansi terkait. Namun, investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah di area rumah. Peristiwa ini kembali menyoroti risiko infrastruktur gas di kawasan pemukiman padat, terutama di kota-kota besar seperti Medan.
Kejadian serupa pernah terjadi di beberapa wilayah Indonesia, menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan dan pemeliharaan jaringan gas oleh perusahaan terkait. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebocoran gas dan segera melaporkan jika mencium bau gas atau melihat tanda-tanda bahaya. Operasi pencarian korban hilang terus dilakukan, dan hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan serta mencegah tragedi serupa di masa depan.



