Nicolas Otamendi Pensiun dari Timnas Argentina: Akhir Perjalanan Sang Juara Dunia
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah Argentina, Nicolas Otamendi, mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah 17 tahun dan 139 penampilan.
- Pemain 38 tahun itu menutup karier internasionalnya dengan gelar juara Piala Dunia 2022 dan dua Copa America.
- Laga terakhirnya adalah final Piala Dunia 2026, di mana Argentina kalah 1-0 dari Spanyol.

Nicolas Otamendi, bek tengah Argentina yang menjadi pilar pertahanan selama nyaris dua dekade, resmi menggantung sepatu dari tim nasional. Keputusan itu diumumkan pada Kamis (23/7) melalui unggahan emosional di Instagram, menandai akhir dari perjalanan panjang yang dihiasi trofi Piala Dunia 2022 dan dua gelar Copa America.
Pemain berusia 38 tahun itu mencatatkan 139 penampilan bersama La Albiceleste, menjadikannya salah satu pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah Argentina. Karier internasionalnya berakhir di partai puncak Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, di mana Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 1-0. Meski gagal mempertahankan gelar, Otamendi menegaskan kebanggaannya atas perjuangan tim hingga detik terakhir.
โHari ini saya harus menulis kata-kata tersulit dalam karier saya,โ tulis Otamendi di Instagram. โTakdir berkata bahwa pertandingan terakhir saya adalah final Piala Dunia. Bukan hasil yang kami inginkan, tapi saya pergi dengan kepala tegak, tahu bahwa tim ini telah memberikan segalanya hingga detik terakhir. Terima kasih, Argentina, telah mengizinkan saya mewujudkan mimpi menjadi juara dunia.โ
Otamendi memulai debut internasionalnya pada 2009 dan menjadi bagian dari empat edisi Piala Dunia (2010, 2014, 2018, 2022). Ia juga turut mengantarkan Argentina meraih Copa America pada 2021 dan 2024, serta Finalissima 2022. Di level klub, ia baru saja bergabung dengan raksasa Argentina, River Plate, setelah 16 tahun berkarier di Eropa bersama Porto, Valencia, Manchester City, dan Benfica.
Pensiunnya Otamendi menandai berakhirnya era bagi lini belakang Argentina. Bersama Lionel Messi dan Angel Di Maria yang lebih dulu pensiun, generasi emas Argentina perlahan meninggalkan panggung internasional. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kepergian Otamendi mengingatkan pada pentingnya regenerasi pemain di tim nasional. Argentina kini harus mencari bek tengah baru yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan pemain yang dikenal dengan gaya bermain keras dan kepemimpinan di lapangan.
Analis sepak bola menilai bahwa Otamendi adalah salah satu bek terbaik yang dimiliki Argentina dalam satu dekade terakhir. Meski kerap dikritik karena agresivitasnya, kontribusinya dalam memenangkan Piala Dunia 2022 tidak terbantahkan. Dengan mundurnya Otamendi, Argentina kehilangan sosok senior yang menjadi jembatan antara pemain muda dan pengalaman.
Ke depan, pelatih Argentina Lionel Scaloni harus segera mencari pengganti yang sepadan. Nama-nama seperti Cristian Romero dan Lisandro Martinez diprediksi akan menjadi andalan di posisi bek tengah. Namun, pengalaman dan mental juara Otamendi sulit digantikan dalam waktu singkat. Pertanyaannya, mampukah Argentina mempertahankan dominasi di Amerika Selatan tanpa pilar pertahanan yang sudah terbukti tangguh?



