Gaji Bukan Halangan: Maldini dan Leonardo Tawari Guardiola Proyek Rebranding Sepak Bola Italia
Baca dalam 60 detik
- Pep Guardiola dikabarkan mendapat tawaran melatih timnas Italia dengan proyek empat tahun hingga Piala Dunia 2030.
- Paolo Maldini dan Leonardo terbang ke Spanyol untuk meyakinkan Guardiola, dengan gaji disebut bukan masalah utama.
- Keputusan Guardiola diharapkan dalam 24-48 jam ke depan, membuka peluang bagi Italia keluar dari krisis tiga edisi tanpa Piala Dunia.

Pep Guardiola, arsitek taktik asal Spanyol yang kini menukangi Manchester City, dilaporkan menjadi target utama Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk mengakhiri mimpi buruk tiga edisi tanpa Piala Dunia. Direktur teknis anyar Azzurri, Paolo Maldini, bersama penasihat khususnya Leonardo, telah terbang ke Spanyol untuk melakukan pertemuan langsung dengan Guardiola. Yang menarik, gaji fantastis sang pelatih disebut bukan lagi hambatan.
Menurut laporan Sky Sport Italia, pertemuan akhir pekan itu berlangsung di Spanyol dan membahas proyek jangka panjang yang ambisius. Guardiola tidak hanya ditawari posisi pelatih kepala timnas senior, tetapi juga kendali penuh atas pembinaan usia muda. Rencana empat tahun yang dipaparkan Maldini dan Leonardo mencakup persiapan menuju Piala Dunia 2030, dengan target antara lain meraih hasil positif di Nations League dan Piala Eropa.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya isu gaji Guardiola yang disebut mencapai 20 juta euro per tahun dianggap sebagai penghalang utama. Namun, sumber Sky Sport Italia mengklaim bahwa Guardiola lebih tertarik pada proyek menyeluruh untuk membangkitkan kembali sepak bola Italia daripada sekadar nominal kontrak. Ia dikabarkan belum menutup pintu, dan keputusan final diperkirakan akan diumumkan dalam 24 hingga 48 jam ke depan.
Guardiola bukanlah nama asing bagi sepak bola Italia. Ia pernah bermain untuk Brescia dan Roma, serta memiliki hubungan emosional dengan legenda Italia seperti Carlo Mazzone. Persahabatannya dengan Maldini juga sudah terjalin lama; pada 2009, Guardiola mendedikasikan trofi Liga Champions bersama Barcelona kepada Maldini yang saat itu pensiun. "Paolo telah dikagumi seluruh dunia selama 25 tahun. Jika dia berubah pikiran dan ingin bermain satu tahun lagi, dia bisa bergabung dengan kami," ujar Guardiola kala itu. "Memenangkan trofi ini di Italia sangat spesial. Saya dedikasikan untuk Maldini."
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana federasi besar sekalipun harus berpikir ulang dalam merekrut pelatih top. FIGC tidak hanya mengincar nama besar, tetapi juga figur yang mampu merombak sistem pembinaan. Jika Guardiola menerima, ia akan menjadi pelatih asing pertama yang menangani Italia sejak... (data tidak disebut). Model proyek jangka panjang seperti ini bisa menjadi referensi bagi PSSI dalam membangun timnas Indonesia yang berkelanjutan, terutama dengan target Piala Dunia 2034.
Guardiola fasih berbahasa Italia dan kerap menghabiskan liburan di Italia, bersantap bersama mantan rekan setim dan kolega pelatih. Kedekatan kultural ini dinilai menjadi nilai tambah dalam negosiasi. Namun, tantangan terbesarnya adalah mengubah mentalitas dan gaya bermain timnas Italia yang selama ini identik dengan catenaccio menjadi lebih progresif dan dominan seperti filosofi Guardiola.
Pertanyaan yang mengemuka: akankah Guardiola meninggalkan proyeknya di Manchester City yang masih berjalan hingga 2025? Atau justru ia melihat Italia sebagai tantangan baru yang lebih bermakna secara personal? Dalam dua hari ke depan, dunia sepak bola akan mendapat jawabannya.



