Napoli Rilis Jersey Tandang 2026/27: Penghormatan untuk Maradona dan Ikatan dengan Argentina
Baca dalam 60 detik
- Napoli meluncurkan kostum tandang musim 2026/27 yang dirancang khusus untuk merayakan hubungan historis antara kota Naples dan Argentina.
- Jersey putih bergaris biru tipis ini memiliki detail khusus seperti logo dengan teluk Napoli dan tulisan 'Nápoles' di kerah, serta kampanye iklan yang digarap di Buenos Aires.
- Langkah ini mengikuti tren klub Serie A lain seperti Genoa dan Torino yang juga memberikan penghormatan kepada klub-klub Argentina melalui desain jersey.

Napoli resmi memperkenalkan kostum tandang untuk musim 2026/27 yang sarat akan simbolisme dan penghormatan terhadap ikatan emosional antara kota Naples dan Argentina. Jersey anyar ini tidak sekadar seragam olahraga, melainkan sebuah narasi visual yang merangkum sejarah panjang migrasi, budaya, dan tentu saja, jejak legenda Diego Armando Maradona.
Hubungan Naples dengan Argentina mencapai puncaknya ketika Maradona membela klub tersebut pada era 1980-an. Sang pemain tidak hanya membawa scudetto pertama bagi Napoli, tetapi juga menjadi ikon yang menyatukan dua budaya. Stadion San Paolo pun berganti nama menjadi Stadion Diego Armando Maradona beberapa hari setelah kematiannya pada November 2020. Kini, melalui jersey tandang anyar, Napoli kembali menegaskan ikatan tersebut.
Desain jersey didominasi warna putih dengan garis-garis tipis biru muda, mengingatkan pada bendera Argentina. Di bagian kerah belakang, tertera kata 'Partenopei'—julukan bagi penduduk Naples. Sementara itu, nama jersey itu sendiri adalah 'Nápoles', yang merupakan ejaan Spanyol untuk Neapolitan. Detail paling mencolok ada pada lencana klub: di belakang huruf N, terdapat relief garis pantai Teluk Naples yang dicetak timbul.
Kampanye promosi jersey ini juga digarap dengan sentuhan autentik. Napoli memilih lokasi syuting di jalan-jalan Buenos Aires, ibu kota Argentina yang menjadi rumah bagi banyak keturunan Italia, terutama dari Naples. Langkah ini memperkuat pesan bahwa jersey tersebut adalah jembatan antara dua dunia.
Fenomena ini menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Meskipun secara geografis jauh, ikatan emosional antara klub dan diaspora bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Tanah Air. Indonesia memiliki komunitas besar di luar negeri, terutama di Belanda dan Timur Tengah. Apakah suatu saat klub Indonesia akan merilis jersey khusus yang merayakan hubungan dengan diaspora? Atau justru sebaliknya, klub luar negeri yang memberikan penghormatan kepada Indonesia? Pertanyaan ini layak dijawab seiring globalisasi sepak bola yang semakin intens.
Menurut analis pemasaran olahraga, langkah Napoli ini cerdas secara komersial. “Mereka tidak hanya menjual jersey, tetapi juga cerita. Dan cerita tentang Maradona, Naples, dan Argentina adalah narasi yang kuat yang bisa menarik penggemar baru di Amerika Latin,” ujar seorang pakar branding yang enggan disebut namanya. Tren ini juga menunjukkan bahwa klub-klub Eropa semakin sadar akan potensi pasar di luar benua mereka.
Ke depan, kita mungkin akan melihat lebih banyak klub Serie A yang mengadopsi pendekatan serupa. Dengan semakin terhubungnya dunia melalui media sosial dan platform digital, jersey tidak lagi sekadar atribut pertandingan, melainkan medium diplomasi budaya. Pertanyaannya, siapa lagi yang akan mengikuti jejak Napoli, Genoa, dan Torino? Dan apakah akan ada klub yang berani merayakan ikatan dengan Indonesia?



