Klausul Penjualan 50% Berbuah Manis: Juventus Raup €17,4 Juta dari Transfer Muharemovic ke Leeds
Baca dalam 60 detik
- Juventus mengantongi €17,4 juta berkat klausul penjualan 50% yang melekat pada bek Bosnia Tarik Muharemovic saat pindah ke Leeds United.
- Muharemovic, yang tak pernah mentas di tim utama Juventus, kini berseragam Leeds dengan kontrak hingga 2031 setelah sukses promosi Serie A bersama Sassuolo.
- Transfer ini mempertegas strategi klub Italia dalam memonetisasi pemain akademi melalui klausul penjualan, model yang mulai dilirik klub Indonesia.

Klausul penjualan kembali menjadi senjata ampuh bagi Juventus. Klub raksasa Serie A itu mengonfirmasi bahwa kepindahan bek Bosnia Tarik Muharemovic dari Sassuolo ke Leeds United menghasilkan dampak ekonomi positif sekitar €17,4 juta (setara Rp300 miliar) bagi kas klub. Angka tersebut bersih dari biaya tambahan dan langsung masuk ke laporan keuangan musim ini.
Muharemovic, 23 tahun, merupakan produk akademi Juventus yang sempat memperkuat tim Primavera dan NextGen, namun tidak pernah mencatatkan debut di tim senior. Pada 2023, ia dilepas ke Sassuolo dengan klausul penjualan 50% — artinya Juventus berhak atas separuh nilai transfer di masa depan. Kini, saat Leeds United menebus sang pemain dari Sassuolo, Juventus menuai hasil dari investasi jangka panjang tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (via Tuttosport), Juventus menyebutkan bahwa transfer Muharemovic ke klub Championship Inggris itu memberikan "dampak ekonomi positif pada tahun fiskal berjalan sebesar sekitar €17,4 juta, setelah dikurangi biaya tambahan." Nilai ini menjadi bukti bahwa strategi klausul penjualan dapat menjadi sumber pendapatan signifikan, terutama bagi pemain yang tidak menembus tim utama.
Kisah Muharemovic menjadi contoh menarik bagi klub-klub Indonesia yang mulai mengembangkan akademi. Model klausul penjualan seperti yang diterapkan Juventus memungkinkan klub mendapatkan keuntungan di kemudian hari meski pemain hengkang lebih awal. Di Indonesia, beberapa klub Liga 1 telah mulai menerapkan klausul serupa, terutama untuk pemain muda yang dipinang klub luar negeri. Namun, eksekusinya masih kerap terhambat oleh lemahnya negosiasi kontrak dan minimnya literasi hukum sepak bola.
Menurut analis sepak bola Italia, Francesco Biava, strategi Juventus ini adalah bagian dari transformasi model bisnis klub. "Dengan keterbatasan finansial, klub seperti Juventus harus pintar memonetisasi aset. Klausul penjualan adalah cara cerdas untuk tetap mendapatkan nilai dari pemain yang tidak masuk rencana tim utama," ujarnya kepada media lokal. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini juga mengurangi risiko kerugian jika pemain gagal bersinar.
Bagi Leeds United, merekrut Muharemovic adalah langkah memperkuat lini belakang dengan pemain berpengalaman di level internasional. Sang pemain telah membela Bosnia di Piala Dunia 2026, tampil dalam tiga pertandingan. Kontrak panjang hingga 2031 menunjukkan keyakinan klub terhadap potensinya. Sementara Sassuolo, yang melepasnya dengan harga lebih tinggi dari saat membeli, juga menikmati keuntungan dari investasi awal.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Juventus akan terus mengandalkan klausul penjualan sebagai pilar pendapatan, atau justru mulai mempertahankan lebih banyak produk akademinya. Dengan kondisi keuangan yang masih dalam pemulihan pasca-pandemi, setiap euro menjadi berarti. Sementara bagi klub Indonesia, kisah Muharemovic bisa menjadi pelajaran berharga: jangan pernah meremehkan nilai klausul dalam kontrak pemain muda.



