Lazio Ajukan Tawaran Baru untuk Yunus Musah, Milan Berharap Klub Premier League Bergerak
Baca dalam 60 detik
- Lazio menawarkan pinjaman โฌ2 juta plus opsi beli โฌ18 juta untuk gelandang AC Milan, Yunus Musah.
- AC Milan lebih menginginkan penjualan permanen dan menanti tawaran dari Leeds United atau Ipswich Town.
- Pelatih anyar Milan, Ruben Amorim, masih mengevaluasi Musah dalam pramusim sebelum memutuskan masa depannya.

Lazio kembali menunjukkan ketertarikan serius pada gelandang AC Milan asal Amerika Serikat, Yunus Musah. Klub Serie A itu dilaporkan menyiapkan paket pinjaman senilai โฌ2 juta dengan opsi pembelian permanen sebesar โฌ18 juta, atau total โฌ20 juta. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Lazio ingin segera mengamankan jasa pemain berusia 23 tahun tersebut di bursa transfer musim panas ini.
Musah, yang masih terikat kontrak dengan Milan hingga Juni 2028, baru saja kembali ke markas Rossoneri setelah masa peminjaman yang mengecewakan bersama Atalanta. Selama di Bergamo, ia hanya tampil sebagai starter dalam enam dari 27 pertandingan, dengan kontribusi dua gol dan satu assist. Angka tersebut jauh dari ekspektasi setelah Milan mengeluarkan dana sebesar โฌ21,2 juta untuk menebusnya dari Valencia pada 2023.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, proposal Lazio terdiri dari biaya pinjaman awal โฌ2 juta dan opsi pembelian di akhir musim sebesar โฌ18 juta. Namun, Milan dikabarkan lebih menginginkan penjualan permanen yang pasti. Oleh karena itu, manajemen klub berharap klub-klub Premier League seperti Leeds United dan Ipswich Town segera mengajukan tawaran konkret. Kedua klub Inggris itu disebut masih memantau situasi Musah dan bisa menjadi alternatif jika negosiasi dengan Lazio buntu.
Di sisi lain, pelatih anyar Milan, Ruben Amorim, masih melakukan evaluasi terhadap karakteristik Musah selama sesi latihan pramusim. Amorim ingin memastikan apakah gelandang serbabisa tersebut cocok dengan skema permainannya sebelum mengambil keputusan final. Jika Amorim merasa Musah tidak masuk dalam rencana, maka pintu keluar pun terbuka lebar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan bursa transfer pemain seperti Musah menarik untuk dicermati. Meski tidak terlibat langsung, dinamika di klub-klub Eropa seringkali memengaruhi persepsi dan nilai pasar pemain Asia, termasuk Indonesia. Selain itu, kepindahan Musah ke klub seperti Lazio atau ke Premier League bisa berdampak pada persaingan di Serie A dan Liga Inggris, dua liga yang banyak diikuti penonton Tanah Air.
Ke depan, pertanyaan terbesar adalah apakah Milan akan menerima tawaran pinjaman dengan opsi beli dari Lazio, atau justru memilih menjual Musah secara permanen ke Inggris. Keputusan ini tidak hanya akan menentukan nasib sang pemain, tetapi juga strategi transfer Milan di sisa bursa. Apakah Amorim akan memberi kesempatan atau lebih memilih mendatangkan wajah baru?



