Arsenal Bidik Maxence Lacroix sebagai Pengganti Saliba: Pilihan Lebih Tepat dari Stones atau Konsa?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan memulai negosiasi dengan Crystal Palace untuk merekrut bek tengah Maxence Lacroix, yang dibanderol £55 juta.
- Lacroix dianggap lebih unggul dari John Stones dan Ezri Konsa dalam hal duel udara, dengan rata-rata 3,44 kemenangan per 90 menit musim lalu.
- Cedera William Saliba memaksa Arsenal bergerak cepat di bursa transfer, dan Lacroix dinilai sebagai solusi jangka panjang yang lebih menjanjikan.

Arsenal harus bersiap menghadapi laga pembuka Premier League musim depan tanpa William Saliba, setelah bek andalan Prancis itu mengalami cedera punggung saat semifinal Piala Dunia melawan Spanyol. Kondisi ini memaksa Mikel Arteta berburu pengganti di bursa transfer, dengan tiga nama mencuat: John Stones, Ezri Konsa, dan Maxence Lacroix. Namun, analisis performa menunjukkan bahwa Lacroix, bek Crystal Palace berusia 26 tahun, menawarkan keunggulan signifikan yang membuatnya layak menjadi prioritas.
Saliba, yang tampil impresif sepanjang musim lalu bersama Gabriel Magalhães, dipastikan absen saat Arsenal menjamu Coventry City. Diagnosis cedera masih belum jelas, tetapi indikasi awal menunjukkan pemulihannya tidak akan selesai tepat waktu. Dengan Declan Rice yang kelelahan usai Piala Dunia dan Bukayo Saka yang juga dalam pengawasan, Arteta harus mencari solusi cepat. Opsi internal seperti Piero Hincapié, Riccardo Calafiori, Jurriën Timber, dan Ben White tersedia, tetapi ketidakpastian performa membuat langkah di bursa transfer menjadi krusial.
John Stones, yang kini berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Manchester City, adalah nama besar dengan 94 caps bersama Inggris. Namun, usia 32 tahun dan riwayat cedera yang panjang membuatnya berisiko sebagai solusi jangka pendek. Sementara itu, Ezri Konsa dari Aston Villa dihargai mahal oleh klubnya, dan performanya di Piala Dunia menunjukkan kelemahan dalam membangun serangan dari belakang serta kerap terlambat dalam transisi. Kedua opsi ini, meski berpengalaman, tidak sepenuhnya cocok dengan kebutuhan Arsenal akan bek tengah yang tangguh dan konsisten.
Maxence Lacroix, yang juga diminati Chelsea, tampil gemilang musim lalu bersama Crystal Palace. Keunggulannya dalam duel udara menjadi aset berharga bagi Arsenal, yang dikenal mengandalkan set-piece. Dengan rata-rata 3,44 kemenangan duel udara per 90 menit, Lacroix berada di jajaran elit bek Eropa. Sebagai perbandingan, Konsa hanya mencatat 0,89 kemenangan. Kemampuan ini akan sangat membantu Gabriel di lini belakang serta memaksimalkan skema bola mati yang digawangi Nicolas Jover dan Declan Rice.
Meski banderol £55 juta terbilang mahal untuk pemain yang mungkin hanya menjadi pelapis, Lacroix menawarkan nilai jangka panjang. Ia sudah terbukti di Premier League, memasuki usia prima, dan memiliki atribut yang sesuai dengan filosofi Arteta. Jika Arsenal ingin segera kembali ke papan atas, merekrut Lacroix bisa menjadi langkah cerdas—lebih dari sekadar solusi sementara seperti Stones atau Konsa. Pertanyaannya, mampukah The Gunners memenangkan persaingan dengan Chelsea dan menyelesaikan kesepakatan sebelum bursa tutup?



