Ujian Emery di Villa: Bangun Kembali Skuad yang Terkuras
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa kehilangan tiga pilar utama di bursa transfer musim panas ini, termasuk rekor penjualan Morgan Rogers ke Chelsea.
- Manajer Unai Emery harus merombak tim sambil tetap memburu posisi empat besar Premier League dan bersaing di Liga Champions.
- Kedatangan Johan Manzambi dan Joao Gomes diharapkan menjadi fondasi baru, namun keterbatasan finansial akibat aturan UEFA membatasi gerak Villa.

Unai Emery kembali dihadapkan pada tantangan berat: membangun ulang Aston Villa setelah gelombang kepergian pemain inti di bursa transfer musim panas ini. Keberhasilan pelatih asal Spanyol itu membawa Villa finis keempat dan merebut trofi Liga Europa musim lalu seolah harus dibayar mahal dengan terkurasnya skuad.
Villa telah melepas Morgan Rogers ke Chelsea dengan nilai transfer 117 juta pound sterling—rekor untuk pemain Inggris—hanya sepekan setelah Youri Tielemans bergabung ke Manchester United. Lucas Digne juga dikabarkan akan menyusul ke Paris Saint-Germain, sementara Arsenal dikabarkan masih mengincar Ezri Konsa. Total, tiga pemain tersebut mewakili 489 penampilan di Premier League dan dua di antaranya mencetak gol di final Liga Europa.
Kehilangan sejumlah pemain kunci bukanlah hal baru bagi Emery. Sejak mengambil alih tim yang berada di peringkat ke-14 pada November 2022, ia harus berulang kali menjual bintangnya demi mematuhi aturan keuangan UEFA. Musim panas lalu, Jacob Ramsey dilego ke Newcastle seharga 40 juta pound. Kini, penjualan Rogers menjadi jalan termudah untuk memenuhi batas rasio biaya skuad, yang membatasi pengeluaran klub maksimal 70 persen dari pendapatan.
Meski demikian, Villa tetap berambisi mengulang pencapaian finis empat besar musim depan. Namun persaingan Premier League diprediksi semakin ketat. Tottenham yang agresif di bursa, Chelsea yang dibangkitkan Xabi Alonso, Liverpool di bawah Andoni Iraola, dan Manchester United yang percaya diri bersama Michael Carrick—semua akan menjadi ancaman. Ditambah jadwal Liga Champions yang padat, Emery harus pintar merotasi pemain.
Villa sebenarnya sudah mulai bergerak. Mereka mendatangkan Johan Manzambi dari Freiburg dengan rekor transfer klub lebih dari 50 juta pound. Pemain berusia 20 tahun yang dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Liga Europa itu diharapkan menjadi ujung tombak baru. Selain itu, Joao Gomes direkrut dari Wolves seharga 38 juta pound untuk mengisi lini tengah yang ditinggalkan Tielemans. Gomes, yang mencatatkan 107 tekel musim lalu, dinilai siap bermain langsung berkat pengalamannya di Premier League.
Namun, cedera serius Amadou Onana memaksa Villa bergerak cepat. Mereka juga masih mencari striker baru—Nicolas Jackson dari Chelsea menjadi opsi, meski banderol 65 juta pound terasa mahal. Emery membutuhkan pemain yang bisa cepat beradaptasi dengan metode kerjanya yang detail. Karena itu, Pervis Estupinan dari AC Milan (eks Brighton) masuk radar untuk memperkuat sisi kiri pertahanan.
Musim lalu, Villa menjadi salah satu tim yang paling overperform. Expected points mereka hanya 48,50—setara peringkat ke-12—namun finis di posisi ke-4. Keberhasilan itu tak lepas dari rentet 12 kemenangan dalam 13 laga antara September dan Desember. Namun setelah pergantian tahun, performa menurun drastis: hanya enam kemenangan liga, dan Villa nyaris tersalip Chelsea. Cedera Boubacar Kamara, John McGinn, dan Tielemans turut memperburuk situasi.
Tanpa Tielemans, rasio kemenangan Villa ambles dari 53% menjadi 41%. Fakta ini menunjukkan betapa pentingnya peran pemain Belgia itu. Kini, dengan kepergiannya, Emery harus mencari formula baru. Joao Gomes diharapkan bisa menjadi jawaban, namun tetap perlu waktu untuk membangun kembali keseimbangan tim.
Pertanyaan besarnya: mampukah Emery mengulang sulapnya? Ia telah membuktikan bisa membawa Villa tampil di luar ekspektasi meski terus kehilangan pemain. Namun, dengan skuad yang semakin terkuras dan persaingan yang kian ketat, ujian musim depan mungkin menjadi yang terberat bagi pelatih asal Basque itu. Akankah Villa kembali menjadi pengejut, atau justru terjerembap ke papan tengah?



