Roma Kian Dekat Boyong Summerville dari West Ham: Negosiasi Komisi Jadi Penentu
Baca dalam 60 detik
- AS Roma dan West Ham United dilaporkan telah menyepakati nilai transfer Crysencio Summerville sebesar โฌ50 juta, termasuk bonus, dengan rincian โฌ45 juta di muka dan โฌ5 juta variabel.
- Kesepakatan pribadi dengan pemain sudah tercapai, namun negosiasi masih terganjal soal komisi agen dan perantara yang belum tuntas.
- Kebingungan masih menyelimuti klausul rilis Summerville: ada yang menyebut akan kedaluwarsa dalam 24 jam, sementara sumber lain membantah keberadaannya.

AS Roma dilaporkan tengah merampungkan detail akhir transfer winger Belanda Crysencio Summerville dari West Ham United, dengan nilai paket mencapai โฌ50 juta termasuk bonus. Kesepakatan ini menjadi salah satu langkah agresif Roma di bursa transfer musim panas, menyusul kebutuhan The Hammers untuk melego pemain setelah degradasi dari Premier League.
Menurut laporan Matteo Moretto dan Sport Mediaset, tawaran kedua Roma sebelumnya telah ditolak West Ham. Kini, tawaran ketiga disiapkan dengan nilai sekitar ยฃ42 juta plus bonus, yang diperkirakan cukup untuk mengamankan servis pemain berusia 24 tahun tersebut. Corriere dello Sport melalui jurnalis Eleonora Trotta mengonfirmasi bahwa klausul pribadi dengan Summerville telah disepakati, dan kedua klub memiliki kesepakatan umum.
Paket transfer tersebut kemungkinan besar terdiri dari โฌ45 juta sebagai biaya tetap dan โฌ5 juta dalam bentuk bonus berbasis performa. Namun, satu ganjalan masih tersisa: komisi untuk agen dan perantara. Hal ini menjadi fokus negosiasi akhir antara Roma dan perwakilan pemain.
Kebingungan masih menyelimuti isu klausul rilis dalam kontrak Summerville di West Ham. Sportitalia mengklaim klausul tersebut akan kedaluwarsa dalam 24 jam dan bernilai di bawah โฌ50 juta. Sport Mediaset justru menyebut angkanya โฌ53 juta, sementara Sky Sport Italia bersikeras tidak ada klausul rilis sama sekali. Moretto memberikan penjelasan lebih spesifik: ini bukan klausul resmi, melainkan 'kesepakatan' yang muncul setelah degradasi West Ham.
Bagi klub-klub Eropa, termasuk Roma, situasi ini menjadi peluang emas. West Ham terpaksa menjual aset berharganya setelah terdegradasi, dan mereka masih akan mencatat keuntungan signifikan dari selisih harga beli Summerville (โฌ29,3 juta) dengan nilai jual saat ini. Namun, ketidakjelasan klausul rilis bisa memicu perang penawaran jika klub lain ikut bergerak.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan dinamika pasar pemain di Eropa pasca-degradasi. West Ham, yang sebelumnya menjadi langganan Premier League, kini harus merelakan bintang mudanya. Sementara Roma, yang tengah membangun kembali skuad di bawah arahan pelatih anyar, menunjukkan ambisi dengan mengejar pemain berkualitas. Pertanyaannya, akankah negosiasi komisi menjadi batu sandungan terakhir, atau justru membuka peluang bagi klub lain untuk menyalip?



