Bisseck Tenang di Inter, Penasaran dengan Rencana Klopp di Timnas Jerman
Baca dalam 60 detik
- Bek Inter Milan Yan-Aurel Bisseck menepis rumor kepindahan ke Bayern Munich, fokus pada musim keempatnya bersama Nerazzurri.
- Bisseck mengaku penasaran dengan potensi kedatangan Jurgen Klopp sebagai pelatih timnas Jerman, yang dianggapnya membawa harapan baru.
- Klopp diisukan menggantikan Julian Nagelsmann setelah Jerman tersingkir dini di Piala Dunia 2026, menjadi sorotan publik sepak bola Jerman.

Bek tengah Inter Milan, Yan-Aurel Bisseck, menegaskan bahwa ia belum memikirkan hengkang dari Giuseppe Meazza meski dikaitkan dengan Bayern Munich. Pemain berusia 25 tahun itu justru melontarkan rasa penasarannya terhadap kemungkinan Jurgen Klopp menukangi tim nasional Jerman, yang dinilainya bisa menjadi titik balik bagi Der Panzer.
Bisseck, yang menjadi pilar utama Inter dalam meraih Scudetto dan Coppa Italia musim lalu, mengakui bahwa sepak bola penuh kejutan. Namun, ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini sepenuhnya bersama Nerazzurri. “Ini bukan sesuatu yang saya pikirkan saat ini,” ujarnya kepada Sky Sport DE, menanggapi spekulasi kepindahan ke Bayern. “Tapi kami tahu, dengan tawaran yang tepat, segalanya bisa berubah cepat. Saya bermain untuk Inter, yang sama sekali tidak buruk, jadi kepulangan ke Bundesliga bukanlah hal yang saya khawatirkan sekarang.”
Di level internasional, Bisseck baru mencatatkan satu penampilan bersama timnas Jerman, yaitu saat debutnya di Nations League melawan Italia pada 2025. Kiprah Jerman di Piala Dunia 2026 berakhir memalukan setelah tersingkir di babak 32 besar oleh Paraguay. Kekalahan itu memicu gelombang kritik dan desakan pergantian pelatih. Julian Nagelsmann disebut-sebut akan digantikan oleh Jurgen Klopp, yang saat ini masih menganggur setelah hengkang dari Liverpool.
Bagi Bisseck, kedatangan Klopp adalah angin segar. “Kedatangannya memberi saya banyak harapan,” kata Bisseck. “Dia pelatih level tinggi, dan saya yakin dia akan mampu membawa ide-idenya dan melakukan pekerjaan dengan baik. Tentu saja, pada akhirnya, banyak hal akan bergantung pada para pemain. Anda tidak bisa berpikir semuanya akan berubah dalam semalam. Saya sangat penasaran melihat apa yang akan dia bangun.”
Antusiasme Bisseck mencerminkan sentimen publik sepak bola Jerman yang haus akan perubahan. Kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi pukulan telak bagi negara yang pernah empat kali menjadi juara dunia. Klopp, dengan rekam jejaknya membawa Liverpool meraih gelar Liga Champions dan Premier League, dianggap sebagai sosok yang mampu membangkitkan kembali mentalitas juara Jerman. Namun, tantangan besar menanti: membangun tim yang kompetitif dalam waktu singkat, terutama dengan regenerasi pemain yang sedang berlangsung.
Bagi Bisseck, prioritas jangka pendeknya tetap bersama Inter. Memasuki musim keempatnya di Italia, ia telah menjadi bagian penting dari skuad Simone Inzaghi. Performa konsistennya di lini belakang membuatnya diincar banyak klub, namun ia memilih untuk tidak terburu-buru. “Saya bermain untuk Inter, yang tidak buruk sama sekali,” ujarnya, menegaskan bahwa ia nyaman di Milan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Klopp mengulang kesuksesannya di level klub bersama tim nasional? Atau justru Bisseck yang akan menjadi salah satu pionir era baru Jerman di bawah asuhan pelatih karismatik tersebut? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: sepak bola Jerman tengah menanti titik balik.



