Pep Guardiola ke Timnas Italia? Maldini dan Leonardo Lobi Langsung di Barcelona
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini dan Leonardo bertemu Pep Guardiola di Barcelona untuk membahas kemungkinan melatih Italia.
- FIGC harus mendapat persetujuan Presiden Giovanni Malagò yang khawatir dengan biaya besar Guardiola.
- Langkah ini mengubah peta persaingan pelatih Italia, yang sebelumnya hanya melibatkan Mancini dan Pirlo.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengambil langkah berani dengan mengirim dua legenda, Paolo Maldini dan Leonardo, untuk bertemu langsung Pep Guardiola di Barcelona akhir pekan lalu. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Italia serius mengincar pelatih tersukses di era modern untuk menukangi Gli Azzurri.
Menurut laporan Sky Sport yang dikutip CalcioMercato, Maldini yang kini menjabat sebagai konsultan teknis FIGC dan Leonardo, direktur olahraga, terbang ke kota asal Guardiola untuk menjajaki minat pelatih asal Catalan tersebut. Keduanya terlihat dalam foto-foto yang beredar di media sosial, menandakan bahwa pertemuan berlangsung selama akhir pekan. Meski detail pembicaraan masih dirahasiakan, sumber menyebut bahwa pendekatan konkret telah dilakukan.
Langkah ini mengejutkan banyak pihak karena sebelumnya FIGC dikabarkan hanya memiliki dua kandidat utama: Roberto Mancini dan Andrea Pirlo. Keduanya dianggap lebih realistis secara anggaran. Namun, kehadiran nama Guardiola mengubah peta persaingan secara drastis. Guardiola, yang baru saja meninggalkan Manchester City setelah memenangi treble, dikenal sebagai pelatih dengan gaji termahal di dunia sepak bola.
Presiden FIGC, Giovanni Malagò, sebelumnya menegaskan bahwa federasi tidak memiliki dana untuk merekrut pelatih bintang. “Di luar Mancini dan Pirlo, mungkin ada nama lain. Tapi jika ada yang ingin mengambil langkah besar, saya katakan: bahkan jika dia tertarik, apa tuntutannya? Apakah sesuai dengan keuangan kami?” ujar Malagò kepada Sky Sport. Ia menambahkan bahwa pengeluaran besar hanya mungkin dilakukan pada tahun fiskal 2027.
Pernyataan Malagò itu kini terbaca berbeda setelah pertemuan di Barcelona. Maldini dan Leonardo tampaknya mendapat mandat untuk menjajaki kemungkinan tersebut, meski harus menghadapi kendala finansial yang berat. Jika Guardiola bersedia menurunkan tuntutan gajinya, bukan tidak mungkin Italia akan memiliki pelatih asing pertama sejak Fabio Capello (2012) dan pelatih asing non-Italia pertama sejak Arrigo Sacchi (1996).
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah ini menarik karena Italia selalu identik dengan pelatih lokal. Jika Guardiola benar-benar bergabung, itu akan menjadi revolusi besar di sepak bola Italia. Namun, tantangan terbesar tetap pada aspek finansial. FIGC harus mencari sumber dana tambahan, mungkin dari sponsor atau pemotongan anggaran lain, untuk mewujudkan ambisi ini.
Pertanyaan selanjutnya: apakah Guardiola bersedia meninggalkan level klub untuk tantangan internasional? Ia belum pernah melatih tim nasional, dan proyek Italia bisa menjadi langkah pertama yang menarik. Namun, dengan Piala Dunia 2026 yang akan datang, Italia butuh kepastian segera. Jika Guardiola tidak tersedia, Maldini dan Leonardo harus kembali ke opsi Mancini atau Pirlo. Keputusan ada di tangan Malagò dan kemampuan FIGC untuk membuka dompet lebih lebar.



