Agen Romagnoli Buka Suara: Negosiasi Al-Sadd Melambat, Masa Depan di Lazio Tertutup
Baca dalam 60 detik
- Agen Alessio Romagnoli mengonfirmasi pembicaraan dengan Al-Sadd terhambat karena faktor politik dan duka di Qatar, tetapi menegaskan kliennya tak akan bertahan di Lazio.
- Bek berusia 31 tahun itu kembali berlatih bersama Lazio setelah kesepakatan senilai โฌ3 juta batal pada Januari lalu, namun statusnya tetap sebagai pemain yang akan pergi.
- Kontrak Romagnoli di Lazio masih tersisa hingga 2027, namun sang agen menekankan bahwa tidak ada rencana untuk memperpanjang kebersamaan dengan klub Serie A tersebut.

Masa depan Alessio Romagnoli di Lazio semakin jelas buntu. Sang agen, Vincenzo Raiola, secara terbuka menyatakan bahwa negosiasi dengan klub Qatar Al-Sadd memang mengalami perlambatan, namun keputusan untuk tidak melanjutkan karier di Stadio Olimpico sudah bulat. Pernyataan ini muncul setelah bek berusia 31 tahun itu kembali mengikuti latihan pramusim bersama skuad asuhan Gennaro Gattuso, memicu spekulasi bahwa ia mungkin bertahan.
Menurut Raiola dalam wawancara dengan Sport Mediaset, kesepakatan dengan Al-Sadd sebenarnya sudah hampir tercapai sebulan lalu dengan nilai transfer sekitar โฌ3 juta. Namun, proses tersebut terhenti setelah meninggalnya mantan Emir Qatar dan situasi perang yang melibatkan negara tersebut. โKami menunggu menteri Qatar mengalokasikan anggaran untuk klub-klub agar bisa mencapai kesepakatan dengan tim lain. Negosiasi dengan Al-Sadd masih terbuka, meski waktu untuk terobosan belum jelas,โ ujar Raiola.
Romagnoli, yang merupakan pendukung setia Lazio sejak kecil, bergabung dengan klub ibu kota Italia pada musim panas 2022 sebagai agen bebas setelah kontraknya di AC Milan berakhir. Sejak saat itu, ia telah tampil dalam 161 pertandingan kompetitif untuk Lazio, mencetak delapan gol dan dua assist. Meski kontraknya masih berlaku hingga Juni 2027, sang agen dengan tegas menepis kemungkinan Romagnoli bertahan di Lazio lebih lama dari sekadar masa transisi. โSaat ini kami tidak memikirkan masa depan di Lazio,โ tegas Raiola.
Kebuntuan negosiasi ini membuka peluang bagi klub-klub lain, terutama di Eropa, untuk mencoba merekrut Romagnoli. Namun, dengan gaji yang diperkirakan tinggi dan usia yang tidak lagi muda, opsi ke klub-klub papan atas mungkin terbatas. Di sisi lain, Lazio sendiri tengah dalam proses peremajaan skuad di bawah arahan Gattuso, sehingga kepergian Romagnoli bisa menjadi langkah logis untuk membuka ruang bagi pemain muda.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan dinamika transfer yang kompleks di Eropa, di mana faktor non-teknis seperti politik dan duka nasional bisa memengaruhi kelancaran bisnis. Selain itu, kisah Romagnoli juga menjadi pengingat bahwa loyalitas pemain terhadap klub masa kecilnya tidak selalu berujung pada akhir yang bahagia. Pertanyaan selanjutnya: akankah Al-Sadd kembali menghidupkan negosiasi setelah situasi di Qatar membaik, atau justru klub lain yang akan memanfaatkan peluang ini?



