Harry Kane Catatkan Musim 73 Gol, Hanya Kalah dari Messi
Baca dalam 60 detik
- Kane mengoleksi 73 gol dan 8 assist dalam 65 laga untuk Bayern Muenchen dan Timnas Inggris sepanjang musim 2025/26.
- Produktivitasnya hanya kalah dari Lionel Messi yang mencetak 82 gol pada 2011/12, menjadikannya musim terbaik kedua sejak 2000.
- Dengan tiga trofi bersama Bayern dan posisi ketiga Piala Dunia 2026, Kane membuktikan diri sebagai mesin gol paling haus di Eropa.

Harry Kane menutup musim 2025/26 dengan torehan yang hanya bisa dibayangkan oleh sedikit pemain dalam sejarah sepak bola: 73 gol dan 8 assist dari 65 pertandingan untuk Bayern Muenchen dan Timnas Inggris. Catatan itu menjadikannya pemain dengan musim paling produktif kedua sejak milenium baru, hanya di belakang Lionel Messi yang mengemas 82 gol pada 2011/12.
Bagi Bayern Muenchen, Kane menjadi motor utama keberhasilan tim mempertahankan gelar Bundesliga untuk kedua kalinya secara beruntun. Ia juga mengakhiri paceklik gelar DFB-Pokal yang sudah enam tahun tidak pernah diraih klub asal Muenchen tersebut. Tambahan trofi datang dari Franz Beckenbauer Supercup, setelah ia mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas VfB Stuttgart pada Agustus 2025.
Di kompetisi domestik Jerman, Kane mengoleksi 36 gol dari 31 penampilan Bundesliga—cukup untuk merebut Torjägerkanone alias sepatu emas Jerman untuk musim ketiga berturut-turut. Ia juga memuncaki daftar pencetak gol terbanyak DFB-Pokal dengan 10 gol hanya dalam 6 laga. Di Liga Champions, ia mencetak 14 gol dan 2 assist dalam 13 pertandingan, finis sebagai runner-up di belakang Kylian Mbappé (15 gol) saat Bayern melaju hingga semifinal.
Di kancah internasional, Kane memimpin Inggris melewati kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan rekor sempurna. Pada turnamen final yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, ia menyumbang 6 gol dan 1 assist dalam 7 pertandingan. Meskipun gagal membawa Inggris ke partai puncak, capaian finis ketiga merupakan hasil terbaik The Three Lions sejak menjadi juara pada 1966.
Perbandingan dengan Messi menjadi sorotan utama. Pada 2011/12, Messi mencetak 82 gol dalam 69 laga untuk Barcelona dan Argentina—rekor yang tampaknya sulit terkejar. Namun Kane, yang kini berusia 32 tahun, menunjukkan bahwa puncak kariernya belum berlalu. Ia bahkan berpeluang memecahkan rekor tersebut jika mampu menjaga kebugaran dan konsistensi di musim-musim mendatang.
Setelah Piala Dunia usai, Kane mendapat waktu istirahat dan baru akan bergabung kembali dengan skuad Bayern setelah tur pramusim tim ke Korea Selatan dan Hong Kong yang berakhir pada 8 Agustus. Bayern akan memulai musim 2026/27 dengan laga Franz Beckenbauer Supercup melawan Borussia Dortmund pada 22 Agustus. Pertanyaan besarnya: mampukah Kane mempertahankan level produktivitas yang nyaris setara Messi? Atau justru ia akan melampauinya?



